Sepak Terjang Ari Kuncoro: Pernah Komut BNI, Mundur dari Wakomut BRI dan Pilih Jadi Rektor UI

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 22 Juli 2021 13:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 22 278 2444299 sepak-terjang-ari-kuncoro-pernah-komut-bni-mundur-dari-wakomut-bri-dan-pilih-jadi-rektor-ui-kUH73DagyW.jpg Sepak Terjang Ari Kuncoro (Foto: BRI)

Adapun sepak terjang Ari sebelum mengisi posisi strategi dalam emiten perbankan pelat merah tersebut. Ari Kuncoro resmi dipilih menjadi Rektor UI periode 2019-2024. Pemilihan ini diawali dengan proses penyaringan oleh pansus Pilrek yang dimulai pada 2-15 September 2019.

Ari pernah mengenyam pendidikan di Universitas Indonesia pada tahun 1981-1986. Di sana, Ia berhasil meraih gelar S.E dengan konsentrasi Ekonomi Moneter. Demikian data yang disampaikan dalam debat Rektor UI, Rabu (25/9/2019).

Kemudian, dia langsung melanjutkan pendidikan S2 nya di University of Minnesota pada tahun 1986-1990 dengan meraih gelar Master of Arts. Di Minnesota, ia mengambil jurusan Development Economics.

Tidak berhenti sampai situ, Ari berjuang untuk mendapatkan gelar PH.D ekonomi di Brown University pada tahun 1990. Ia menyelesaikan pendidikannya 4 tahun kemudian.

Perjalanan kariernya pun tidak jauh dari UI. Selain menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), Ari mengabdikan dirinya di FEB UI sebagai guru besar Ilmu Ekonomi. Dia juga menjadi peneliti senior di Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) FEB UI, meskipun status awalnya hanya sebagai asisten peneliti.

Sedikit demi sedikit jabatannya mulai naik. Pada 1998, dia ditunjuk menjadi Wakil Dekan di FEB UI. Selanjutnya, Ari menduduki posisi Dekan FEB UI pada 2013 hingga saat ini (sebelum diresmikan menjadi rektor periode 2019-2024).

Sejumlah prestasi pun pernah dia torehkan. Ari pernah dinobatkan sebagai peneliti terbaik FE UI pada 2005-2006. Lalu, dia pernah menjadi juara ketiga kategori Dosen Berprestasi Tingkat Nasional pada 2007.

Pada sistem pemilihan Rektor UI dengan menggunakan metode voting. Ari Kuncoro sukses mengumpulkan 16 suara. Kemudian disusul oleh Prof. Dr. rer. net Abd Haris dengan 7 suara, dan Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, MPH. SpOG(K) membuntuti di peringkat ketiga tanpa memenangkan satu pun suara.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini