Diskon Tarif Listrik Diberikan ke 32,6 Juta Pelanggan, Anggaran Naik Lagi

Oktiani Endarwati, Jurnalis · Kamis 22 Juli 2021 18:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 22 320 2444502 diskon-tarif-listrik-diberikan-ke-32-6-juta-pelanggan-anggaran-naik-lagi-ss03rOjM1v.jpg Diskon Tarif Listrik Diperpanjang Sampai Desember. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pemerintah menyiapkan bantuan stimulus untuk pelanggan listrik tertentu sebesar Rp11,72 triliun. Anggaran tersebut diberikan kepada masyarakat dan pelaku usaha untuk meringankan beban karena terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. 

"Pemerintah memutuskan untuk memberikan perpanjangan stimulus sektor ketenagalistrikan kepada masyarakat, berupa pemberian diskon tarif tenaga listrik dan Pembebasan Rekening Minimum dan Biaya Beban atau Abonemen," ujar Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan, Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ida Nuryatin Finahari, Kamis (22/7/2021).

Baca Juga: Cara Dapat Diskon Listrik 50% hingga Desember 2021

Ida memaparkan, pemberian stimulus ini berupa pemberian diskon tenaga listrik diberikan kepada masyarakat pelanggan tarif 450 VA dan juga 900 VA bersubsidi. Kemudian pelanggan bisnis kecil daya 450 VA dan pelanggan industri kecil daya 450 VA, serta pembebasan biaya beban abunemen dan juga penerapan ketentuan rekening minimum kepada pelanggan sosial, pelanggan bisnis, industri dan juga layanan khusus PT PLN.

Baca Juga: Berikut Cara Dapatkan Diskon Listrik hingga Desember 2021

Terkait diskon listrik yang diperpanjang hingga Desember 2021, Ida menuturkan bahwa diskon listrik yang diberikan untuk 32,6 juta pelanggan PLN dengan skema yang sama. Perkiraan kebutuhan tambahan anggaran sebesar Rp1,91 triliun, sehingga alokasi untuk program diskon listrik ini akan naik menjadi Rp9,46 triliun.

Sementara untuk program bantuan rekening minimum dan pembebasan biaya beban, akan diberikan kepada 1,14 juta pelanggan PLN, dengan tambahan anggaran Rp400 miliar. "Sehingga total anggaran yang diberikan sampai Desember 2021 menjadi Rp2,26 triliun," ungkap Ida.

Direktur Niaga dan Pelayanan PT PLN (Persero) Bob Saril menyatakan bahwa saat PPKM mobilitas masyarakat banyak terkonsentrasi di rumah. Untuk itu, PLN selalu siap untuk melayani pelanggan yang akan melakukan kegiatannya dari rumah saja.

"Karena semua dikerjakan di rumah, maka diperlukan keandalan pasokan listrik, sehingga hampir tidak ada lagi pemadaman atau adanya gangguan pasokan ketenagalistrikan. Untuk menjaga keandalan, kita menyediakan layanan daya listrik yang cukup untuk seluruh Indonesia dan juga mempunyai cadangan yang cukup," ujar Bob.

Saat ini, PLN sudah melayani hampir seluruh wilayah Indonesia. Rasio elektrifikasi atau rumah tangga berlistrik dibandingkan dengan rumah tangga yang ada sudah mencapai 99,3%.

"Kita mempunyai kapasitas pembangkitan 63 GW, kapasitas jaringan 61.666 Kms, total aset kita hampir mencapai 1.600 triliun, jumlah pelanggan 80,4 juta dan jumlah pegawai kita 53.385 orang," tutur Bob.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini