Boleh Makan di Tempat tapi Hanya 30 Menit saat PPKM Diperlonggar, Cek 5 Faktanya

Hafid Fuad, Jurnalis · Minggu 25 Juli 2021 05:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 24 320 2445407 boleh-makan-di-tempat-tapi-hanya-30-menit-saat-ppkm-diperlonggar-cek-5-faktanya-fsQaIgsOVe.jpg Boleh Makan di Tempat tapi Hanya 30 Menit (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kebijakan PPKM Darurat kini telah diganti menjadi PPKM Level 4. Pemerintah menyatakan akan terus memantau kondisi penyebaran covid-19.

Walaupun banyak yang menderita karena pembatasan ini tapi pemerintah berjanji akan memberikan kelonggaran bila angka penyebaran menurun.

Lalu bagaimana kelonggaran yang diberikan? Berikut fakta-fakta yang dikumpulkan Okezone tentang PPKM yang dilonggarkan, Jakarta, Minggu (25/7/2021).

1. 26 Juli Kemungkinan PPKM Diperlonggar

Presiden Joko Widodo telah resmi melanjutkan pelaksanaan PPKM darurat sampai tanggal 25 Juli 2021. Hal ini dilakukan karena selalu memantau, memahami dinamika di lapangan dan mendengar suara-suara masyarakat terdampak PPKM darurat.

Menurutnya jika tren kasus terus mengalami penurunan, maka tanggal 26 Juli 2021, pemerintah akan melakukan pembukaan bertahap. Pasar tradisional yang menjual kebutuhan pokok sehari-hari, diizinkan dibuka sampai pukul 20.00 dengan kapasitas pengunjung 50%.

Baca Juga: Relaksasi PPKM, Mulai 26 Juli Makan di Restoran Hanya Boleh 30 Menit

2. Skenario Bagi Pasar Tradisional

Dalam skenario pelonggaran kebijakan di pasar tradisional, selain yang menjual kebutuhan pokok sehari-hari akan diizinkan buka sampai dengan pukul 15.00 dengan kapasitas maksimal 50%. Dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat yang pengaturannya ditetapkan oleh Pemerintah Daerah.

"Lalu pedagang kaki lima, toko kelontong, agen/outlet voucher, pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan usaha kecil lain yang sejenis, diijinkan buka dengan protokol kesehatan ketat sampai dengan pukul 21.00 yang pengaturan teknisnya diatur oleh Pemerintah Daerah," ujar Presiden RI Joko Widodo.

3. Skenario Bagi Warung Makan

Skenario pelonggaran bagi warung makan, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya yang memiliki tempat usaha di ruang terbuka diizinkan buka dengan protokol kesehatan ketat sampai dengan pukul 21.00. Namun ada aturan maksimum waktu makan bagi setiap pengunjung hanya 30 menit.

"Sedangkan kegiatan yang lain pada sektor esensial dan kritikal, baik di pemerintahan maupun swasta, serta terkait dengan protokol perjalanan, akan dijelaskan terpisah," kata Presiden Joko Widodo.

4. Skenario Bagi Pusat Perbelanjaan

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) sekaligus Koordinator PPKM Level 4 Jawa- Bali Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan jika PPKM Level 4 Turun ke Level 3 Pusat Perbelanjaan Akan Bisa Buka 25%.

Dia memaparkan pihak pemerintah akan bersikeras untuk melakukan penekanan level tersebut dengan menggenjot program tracing, testing dan treatment.

"Kita kan sekarang level 4, kalau nanti kita turun ke level 3 pada tanggal 26 Juli 2021 kita nanti sudah mulai ada dibuka misalnya pusat perbelanjaan Mall akan buka sebanyak 25 %, Rumah makan warung, Supermarket dan swalayan pun sudah kita buka dari sekarang," kata Luhut.

5. Tidak Ada Bantuan dari Pemerintah

Pusat belanja ritel modern menjadi sektor yang terkena imbas pandemi Covid-19. Terbebani ongkos besar operasional, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mengaku tidak ada bantuan bagi korporasi perbelanjaan.

"Seringkali kita lihat dalam PPKM Darurat ini tidak ada bantuan sama sekali terhadap korporasi sektor swalayan ataupun mall dalam hal ini. Sementara kita (pihak manajemen) diminta untuk terus menjaga tenaga kerja tetap terjaga," kata Ketua Umum Aprindo, Roy N. Mandey.

Pihaknya juga meminta pemerintah ikut membantu para pelaku usaha mall dan aneka pusat belanja modern lainnya dengan memberi insentif."Jadi kami minta kepada pemerintah untuk membantu pengusaha mall. Semoga suara-suara kami ini didengar,” tegas Roy.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini