Perdana, RI Ekspor Produk Buatan Desa ke Eropa hingga Timur Tengah

Tim Okezone, Jurnalis · Kamis 29 Juli 2021 15:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 29 320 2447907 perdana-ri-ekspor-produk-buatan-desa-ke-eropa-hingga-timur-tengah-hsy8tRsZgw.jpg RI Ekspor Produk Buatan Desa. (Foto: Okezone.com/Pelindo 1)

JAKARTA - Indonesia ekspor perdana produk pertanian dan perkebunan yang dihasilkan desa. Produk yang diekspor di antaranya, kopi, beras organik, pupuk organik hingga essential oil dengan negara tujuan Eropa, Amerika Selatan, Asia dan Timur Tengah.

Wakil Menteri Jerry Sambuaga mengatakan, ekspor produk pertanian dan perkebunan dihasilkan dari Program Desa Sejahtera dan juga hasil binaan kerjasama PT Astra International bersama Kementerian Desa PDTT dan Kemenkop UKM. Kerja sama itu melingkup pembinaan produksi dan pembiayaan.

Baca Juga: Sri Mulyani Buat 5 Aturan Perdagangan Indonesia dengan Negara Mitra

Kementerian Perdagangan sendiri sangat mendukung pemasaran produk-produk desa, koperasi dan UMKM melalui berbagai upaya. Kemendag punya berbagai program fasilitasi, pembinaan teknis hingga pembukaan akses pasar melalui berbagai perjanjian perdagangan dan diplomasi perdagangan internasional.

“Desa adalah salah satu jantung perekonomian Indonesia, termasuk dalam menghasilkan produk-produk ekspor. Karena itu Kementerian Perdagangan menggandeng dan mendukung berbagai pihak yang fokus membangun produksi desa dengan memberikan akses logistik dan perdagangan,” ujar Jerry, dalam keterangannya, Kamis (29/7/2021).

Baca Juga: Mendag Pede Ekspor Indonesia Makin Menjanjikan meski Covid-19

Dalam bidang akses pasar, perjanjian perdagangan baik bilateral maupun multilateral sangat penting agar produk-produk Indonesia bisa diakomodasioleh negara tujuan dengan tarif yang bagus, bahkan tanpa tarif bea masuk. Upaya ini penting karena secara politis dan teknis memang perlu dilakukan berbagai upaya agar sebuah negara menerima dan memberikan fasilitas bagi produk Indonesia.

“Kita harus meminimalkan hambatan perdagangan dan mengoptimalkan fasilitasi perdagangan bagi produk Indonesia sehingga bukan hanya bisa masuk tetapi juga bisa mengakses pasar di negara tujuan. Itu inti dari upaya-upaya dalam perjanjian perdagangan.” Kata Jerry.

Sedangkan dalam fasilitasi pergudangan dan logistik, Kementerian Perdagangan terus mengembangkan Sistem Resi Gudang (SRG). Sampai dengan tahun 2020 yang lalu tercatat sudah ada sekitar 123 gudang di daerah yang masuk dalam program SRG. SRG sendiri berfungsi untuk menjadi gudang simpan tunda beli produk pertanian dan perkebunan.

Dengan begitu pengelolaan pasokan dan harga bisa dilakukan dengan baik. Saat ini ada sekitar 20 komoditas yang bisa dikelola melalui SRG termasuk kopi dan porang yang saat ini menjadi salah satu primadona komoditas ekspor.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini