Fakta Aksi Mogok Kerja Buruh hingga Kibarkan Bendera Putih

Hafid Fuad, Jurnalis · Minggu 01 Agustus 2021 06:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 31 320 2448985 fakta-aksi-mogok-kerja-buruh-hingga-kibarkan-bendera-putih-YvKM17cvmv.jpg Serikat Pekerja Berencana Lakukan Aksi Mogok Kerja pada 5 Agustus. (Foto; Okezone.com)

JAKARTA- Elemen buruh di 1.000 pabrik yang tersebar di 24 provinsi akan menyatakan kekecewaannya dengan penanganan Covid-19 di lingkungan buruh. Sebagai bentuk simbolisasi mereka akan mengibarkan bendera putih sebagai tanda mereka menyerah melawan tantangan pandemi Covid-19.

Berikut fakta-fakta yang dikumpulkan Okezone tentang aksi yang akan dilakukan buruh sebagai bentuk kekecewaan mereka sebagai berikut;

1. Buruh di 1000 Pabrik Mogok Kerja

Puluhan ribu buruh di 1.000 pabrik yang ada di 24 provinsi akan mengibarkan bendera putih sebagai bentuk menyerah melawan tantangan pandemi Covid-19.

Aksi mogok kerja serentak tersebut dilakukan pada 5 Agustus. Meski puluhan ribu buruh terlibat selama pelaksanaan demo, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menjamin tidak akan ada aksi kerumunan. Dia menyebutkan, bentuk aksi dilakukan di halaman pabrik atau perusahaan yang diikuti oleh masing-masing perwakilan perusahaan.

"Pada tanggal 5 Agustus nanti hanya 2 jam aksi ini akan digelar yaitu jam 10.00-12.00 WIB. Aksi ini sebagaimana telah disampaikan akan diikuti hampir 10 ribu buruh dari seribu pabrik terutama yang terdampak dengan pandemi Covid-19," kata Said.

Baca Juga: Ribuan Buruh dari 1.000 Pabrik Mogok Kerja 5 Agustus

2. Aksi di Lingkungan Pabrik

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyebutkan dalam aksi tersebut, para buruh akan keluar dari pabrik dan tetap berada di lingkungan pabrik. Prakiraan jumlah per pabriknya yaitu 10, 50 atau bahkan 100 orang buruh tergantung pada persetujuan pihak manajemen pabrik.

Baca Juga: LPDP Buka Lowongan Kerja Tenaga Kontrak untuk 6 Posisi, Berikut Persyaratannya

"Karena setiap aksi yang melibatkan buruh itu adalah tetap minta izin pengusaha. Jadi nggak pernah buruh itu kalau aksi selama ini nggak izin perusahaan. Namanya dispensasi, kalau nanti tidak diizinkan karena ini pagi hari maka akan ikut yang shift 2 di pabrik itu akan ikut aksi," ucap Said.

3. Kibarkan Bendera Putih

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan para buruh akan mengibarkan bendera putih yang menggambarkan bentuk menyerah menghadapi dampak pandemi.

Bahkan, lanjut Said, selama pandemi buruh tetap bekerja 100% dan tidak mendapatkan bantuan vitamin dan obat-obatan saat isolasi.

"Para buruh sudah menyerah dengan situasi yang tingkat penularan covid sudah 10% (klaster buruh), angka kematian sudah semakin tinggi, vitamin dan obat bagi buruh yang isolasi mandiri tidak didapatkan dengan BPJS kesehatan," imbuhnya.

Belum lagi, ancaman PHK yang masih tinggi dan buruh harian terpaksa kehilangan penghasilan menjadi momok bagi para buruh.

"Oleh karena itu, kami tidak menambah masalah, justru buruh menyuarakan. Kalau tidak ada perhatian yang terintegrasi, membiarkan pabrik beroperasi 100% padahal perintah koordinator PPKM level 4 Jawa-Bali adalah bekerja 50% atau bahasa kami bergilir,," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini