"Para buruh sudah menyerah dengan situasi yang tingkat penularan covid sudah 10% (klaster buruh), angka kematian sudah semakin tinggi, vitamin dan obat bagi buruh yang isolasi mandiri tidak didapatkan dengan BPJS kesehatan," imbuhnya.
Belum lagi, ancaman PHK yang masih tinggi dan buruh harian terpaksa kehilangan penghasilan menjadi momok bagi para buruh.
"Oleh karena itu, kami tidak menambah masalah, justru buruh menyuarakan. Kalau tidak ada perhatian yang terintegrasi, membiarkan pabrik beroperasi 100% padahal perintah koordinator PPKM level 4 Jawa-Bali adalah bekerja 50% atau bahasa kami bergilir,," pungkasnya.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.