Sisca Kohl Jual Ropang Rp1 Miliar, DJP Ingatkan soal Pajak

Rina Anggraeni, Jurnalis · Rabu 18 Agustus 2021 19:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 18 320 2457472 sisca-kohl-jual-ropang-rp1-miliar-djp-ingatkan-soal-pajak-9i6HcP0UKh.jpg Sisca Kohl Jual Ropang Rp1 Miliar (Foto: Instagram)

JAKARTA - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mengingatkan agar seluruh wajib pajak tidak lupa membayar pajak. Apalagi saat ini bermunculan konten-konten di media sosial yang pamer uang banyak hingga saldo di ATM.

Sebut saja konten-konten yang disajikan Sisca Kohl. Terbaru, Sisca Kohl menghebohkan dengan konten membuat roti panggang alias ropang dengan harga Rp1 miliar.

Dalam konten videonya yang berjudul Ropang Kepiting Alaska & Caviar 1 Miliar Check itu yang diupload pada 14 Agustus ini menunjukkan ropang mewah yang dia buat di rumahnya menggunakan bahan-bahan super mahal.

“Hari ini aku ada kepiting alaska harganya Rp7 juta, tapi aku mau jual jadi roti panggang harganya Rp500 juta. Aku jual di rumahku, tapi enggak ada yang mau beli. Aku sedih banget," ujar Sisca.

Baca Juga: Sambut HUT Ke-76 RI, Sisca Kohl Jual Ropang Rp1 Miliar, Apa Saja Isinya?

Hingga, adik Sisca, Aliyyah Kohl datang dan berpura-pura menjadi pembeli roti panggang. Tidak tanggung-tanggung Aliyyah langsung membeli dua porsi roti panggang buatan Sisca secara tunai dengan membawa uang Rp1 miliar dengam memamerkannya.

“Adikku mau beli dua porsi, jadi harganya 1 miliar,” ujar Sisca

Tentunya, postingan ini ditanggapi oleh akun Tiktok resmi Ditjen Pajak RI yang telah terverifikasi, juga meninggalkan komentar di unggahan Sisca.

“Wah menarik! Di mana tokonya nih, kalau boleh tahu?" tulis admin Ditjen Pajak.

Menanggapi ini, Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Humas DJP Neilmaldrin Noor mengatakan, pada dasarnya salah satu tugas pokok dan fungsi DJP adalah melakukan pengawasan terhadap wajib pajak dalam menjalankan hak dan kewajiban perpajakannya. Tujuannya untuk meningkatkan kepatuhan, pemenuhan kewajiban perpajakan, serta perluasan basis pajak.

"Di media sosial, peran yang kami jalankan adalah memberikan edukasi dan informasi kepada wajib pajak. Di antaranya dari hal-hal rutin seperti mengingatkan kewajiban pelaporan SPT, dan juga termasuk pelaporan atas harta yang mereka miliki di dalam SPT, sebagaimana diamanatkan Undang-undang," kata Neil saat dihubungi di Jakarta, Rabu (18/8/2021).

Hal itu tentunya juga dilakukan di platform media sosial lainnya seperti di Twitter. "Jadi such an ordinary task, bukan hanya khusus kepada warganet tertentu di media sosial," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini