Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ketika Jokowi Kepincut Porang, Dengar Cerita Petani Milenial soal Prospek Cerah Porang

Antara , Jurnalis-Jum'at, 20 Agustus 2021 |10:34 WIB
Ketika Jokowi Kepincut Porang, Dengar Cerita Petani Milenial soal Prospek Cerah Porang
Jokowi Kepincut Tanaman Porang (Foto: BPMI)
A
A
A

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berdialog dengan para petani generasi milenial, mengenai prospek cerah komoditas porang di sela kunjungannya ke PT Asia Prima Konjac, Madiun, Jawa Timur, Kamis.

Salah satu petani muda yang bercerita kepada Presiden Jokowi adalah Yoyok Triyono, yang merupakan petani porang generasi ketiga di keluarganya. Dia mengikuti jejak kakek dan ayahnya untuk menjadi seorang petani.

Yoyok bercerita kepada Presiden Jokowi mengenai bagaimana menggiurkannya prospek bercocok tanam umbi-umbian yang sedang naik daun tersebut, sehingga menarik minat anak-anak muda di Madiun untuk menggelutinya.

"Petani milenial, petani muda di desa kami (Madiun) kalau zaman dulu lulus sekolah cari kerja di kota. Kalau sekarang tidak Pak, lulus sekolah jadi petani porang, tiga tahun berjuang bertani porang, setelah tiga tahun bawa pulang mobil," ujar Yoyok bercerita seperti dalam keterangan pers Sekretariat Presiden diterima di Jakarta, Jumat (20/8/2021).

"Kalau dengar ceritanya yang terakhir tadi, semua ingin jadi petani porang jangan-jangan nanti," jawab Presiden Jokowi diiringi gelak tawa para petani yang hadir.

Baca Juga: Tinjau Pabrik Porang, Jokowi: Kita Bakal Seriusi Komoditas Baru Ini

Yoyok baru mulai menanam porang dari 2010 dan awalnya hanya memiliki lahan seluas 0,3 hektare yang merupakan warisan dari ayahnya.

Sekarang, luas lahan yang dimiliki Yoyok telah mencapai tiga hektare. Menurutnya, porang adalah komoditas yang sangat menjanjikan karena tidak hanya umbinya saja yang laku. Selain itu, porang juga cukup mudah untuk ditanam.

"Alhamdulillah (tahun) 2020 Pak Menteri sudah melepas varietas Madiun 1 dan penangkarnya kami semua, Pak. Jadi berbudidaya tanaman porang tanam sekali, bisa dipanen tahun kedua atau tahun ketiga. Setelah itu bertahap setiap tahun tanpa harus tanam lagi," jelas Yoyok.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement