Selain itu, Adenan meyebutkan manfaat dari bendungan ini yaitu untuk irigasi lahan seluas 7004 hektar, penyedia air baku 440 liter perdetik untuk wilayah Gowa dan Jeneponto, sebagai pengendalian banjir, konservasi sumber daya air dan sebagai tempat wisata.
Pada pembangunan bendungan ini dilakukan dua tahap yang berasal dari APBN. Tahap pertama dengan nilai Rp578 miliar dan tahap kedua senilai sekitar Rp689 miliar.
"Untuk paket satu, kontrak tahun 2013 dan selesai di tahun 2019. Untuk paket dua, pelaksanaan konstruksi 25 Mei 2018 hingga 9 Desember 2021. Saat ini progresnya sudah hampir rampung," ujarnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.