JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto telah meresmikan lima bendungan baru pada tahun ini. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan air, pangan, dan energi Indonesia.
Lima bendungan yang diresmikan meliputi Bendungan Jlantah di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah; Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat; Bendungan Sidan di Kabupaten Gianyar, Bali; Bendungan Keureuto di Kabupaten Aceh Utara, Aceh; serta Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie, Aceh.
Prabowo menegaskan pembangunan lima bendungan tersebut merupakan investasi strategis negara yang dirancang untuk memperkuat fondasi ketahanan air, pangan, dan energi nasional.
"Lima bendungan yang diresmikan hari ini merupakan investasi negara yang dapat meningkatkan perekonomian Indonesia, terutama dalam mewujudkan ketahanan air, pangan, dan energi," ujar Prabowo, Selasa (14/7/2026).
Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menjelaskan fungsi strategis infrastruktur tersebut. Menurut Dody, bendungan merupakan infrastruktur multifungsi yang dibangun untuk memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat luas.
"Bendungan merupakan infrastruktur multifungsi yang dibangun untuk memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Selain memperkuat layanan irigasi sebagai penopang swasembada pangan, bendungan juga menyediakan air baku, mendukung pengembangan energi baru terbarukan, serta mengurangi risiko banjir di berbagai wilayah," ujar Dody.
Dari total lima bendungan yang diresmikan, dua di antaranya merupakan proyek yang dikerjakan PT Nindya Karya (Persero), yakni Bendungan Meninting di Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie, Aceh.