Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jokowi Seriusi Tanaman Porang, Makanan Masa Depan hingga Prospek Bisnis Petani Milenial

Agregasi VOA , Jurnalis-Minggu, 22 Agustus 2021 |11:14 WIB
Jokowi Seriusi Tanaman Porang, Makanan Masa Depan hingga Prospek Bisnis Petani Milenial
Jokowi Seriusi Tanaman Porang (Foto: Biro Setpres)
A
A
A

JAKARTA - Presiden Joko Widodo optimis hasil olahan tanaman porang bisa memiliki prospek yang cerah di masa depan. Jokowi meminta pihak Kementerian Pertanian (Kementan) untuk serius dalam menggarap dan mengembangkan salah satu komoditas pertanian tersebut.

“Dan saya tadi menyampaikan kepada Mentan untuk betul-betul kita seriusi komoditas baru, komoditas porang," ungkap Jokowi ketika mengunjungi Pabrik Pengolahan Porang PT Asia Prima di Kabupaten Madiun, Jawa Timur beberapa waktu lalu seperti dilansir VOA Indonesia, Jakarta, Minggu (22/8/2021).

Baca Juga: Tinjau Pabrik Porang, Jokowi: Kita Bakal Seriusi Komoditas Baru

 

Porang (Amorphopallus muelleri blume) merupakan tanaman jenis umbi-umbian yang mengandung karbohidrat glukomanan atau zat gula dalam bentuk kompleks.

Jokowi memprediksi jenis olahan porang ini akan banyak diminati masyarakat karena sehat. Maka dari itu, katanya, porang akan bisa menjadi makanan pokok di masa yang akan datang sebagai pengganti beras.

“Pasarnya juga masih terbuka lebar, dan kita tahu porang ini akan menjadi makanan masa depan, karena low calories, low karbo dan rendah kadar gula. Saya kira ini bisa menjadi makanan sehat ke depan," jelasnya.

Selain sehat, komoditas tersebut bernilai ekonomis sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan petani. Per satu hektare untuk tanaman porang ini, kata Jokowi, bisa menghasilkan 15-20 ton dalam kurun waktu musim tanam delapan bulan. Pundi-pundi rupiah yang dihasilkan kurang lebih mencapai Rp40 juta.

Jokowi pun berpesan kepada para petani untuk bisa mengolah porang ini dengan baik, sehingga nilai tambah yang dihasilkan bisa dikerjakan di dalam negeri, baik dalam bentuk barang setengah jadi maupun barang jadi. Menurut Presiden, hal ini bisa berdampak kepada segala sektor salah satunya bisa dari sisi penambahan lapangan pekerjaan di dalam negeri.

“Saya kira proses-proses seperti itu yang pemerintah inginkan. Jangan sampai nanti yang mengolah itu di Jepang, atau di China, Korea Selatan atau di Eropa. Nggak, kita harus mengolah sendiri, ada hilirisasi, industrialisasi, sehingga nilai tambah betul-betul ada di dalam negeri,” tuturnya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement