Share

Simak Aturan Lengkap PPKM Level 4 di Sektor Ekonomi

Azhfar Muhammad, Jurnalis · Selasa 24 Agustus 2021 09:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 24 320 2460115 simak-aturan-lengkap-ppkm-level-4-di-sektor-ekonomi-Q4WwseTmg5.jpg Aturan Lengkap PPKM Level 4 di Sektor Ekonomi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Masa PPKM berlevel diperpanjang hingga 30 Agustus 2021. Perlu diingat, PPKM akan terus dilakukan selama pandemi Covid-19.

Namun, yang membedakan adalah penerapan PPKM berlevel dari level 4, 3 dan 2 di Jawa-Bali.

Menteri koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, meski PPKM kembali diberlakukan nemun pemerintah melakukan sejumlah pelonggaran secara bertahap.

Menindak lanjuti hal tersebut, Kementrian Dalam Negeri menyusun instruksi menteri yang mengatur kegiatan berbagai aktifitas kegiatan sesuai level wilayahnya masing-masing.

Dihimpun dari Instruksi Menteri dalam Negeri Nomor 35 tahun 2021 tentang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat level 4,3,2 di Jawa dan Bali, pelaksanaan kegiatan pada sektor ekonomi esensial pada level 4 seperti berikut:

a) Sektor keuangan dan perbankan hanya meliputi asuransi, bank, pegadaian, bursa berjangka, dana pensiun, dan lembaga pembiayaan (yang berorientasi pada pelayanan fisik dengan pelanggan (customer).

“Dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 50% staf untuk lokasi yang berkaitan dengan pelayanan kepada masyarakat, serta 25% (dua puluh lima persen) untuk pelayanan administrasi perkantoran guna mendukung operasional,” tulis Inmen Kemendagri pada keterangan tertulis yang diterima MNC Portal Indonesia, Selasa, (24/8/2021).

b) Pasar modal (yang berorientasi pada pelayanan dengan pelanggan (customer) dan berjalannya operasional pasar modal secara baik) dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 50% staf.

c) Perusahaan teknologi informasi dan komunikasi meliputi operator seluler, data center, internet, pos, media terkait dengan penyebaran informasi kepada masyarakat dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 50% staf.

d) Perhotelan non penanganan karantina dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 50% staf.

e) Industri orientasi ekspor dan penunjangnya dimana pihak perusahaan harus menunjukkan bukti contoh dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) selama 12 bulan terakhir atau dokumen lain yang menunjukkan rencana ekspor dan wajib memiliki Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI) dengan memperhatikan pengaturan teknis dari Kementerian Perindustrian.

“Untuk hanya dapat beroperasi 1 shift dengan kapasitas maksimal 50% (lima puluh persen) staf hanya di fasilitas produksi atau pabrik, serta 10% (sepuluh persen) untuk pelayanan administrasi perkantoran guna mendukung operasional,” tertulis dalam keterangannya.

Tak hanya itu, sejumlah aktivitas ekonomi pada level 4 pada sektor kritikal seperti :

Kegaiatan supermarket, pasar tradisional, toko kelontong dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari jam operasional dibatasi sampai dengan Pukul 20.00 waktu setempat dengan kapasitas pengunjung 50%.

Pasar rakyat yang menjual barang non kebutuhan sehari-hari dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 50% dan jam operasional sampai dengan Pukul 15.00 waktu setempat.

Pedagang kaki lima, toko kelontong, agen/outlet voucher, barbershop/pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan lain-lain yang sejenis diizinkan buka dengan protokol kesehatan ketat sampai dengan Pukul 20.00 waktu setempat dan pengaturan teknisnya dilakukan oleh Pemerintah Daerah.

Pelaksanaan kegiatan infrastruktur publik (tempat konstruksi dan lokasi proyek) beroperasi 100% dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Transportasi umum (kendaraan umum, angkutan masal, taksi (konvensional dan online) dan kendaraan sewa/rental) diberlakukan dengan pengaturan kapasitas maksimal 70% dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Sebagai catatan, untuk kegiatan pada sektor ekonomi tersebut diharuskan dengan menggunakan aplikasi Peduli Lindungi guna melakukan skrining dan tracing terhadap semua mobilitas aktifitas masyarakat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini