Erick Thohir Bandingkan Unicorn RI dengan China dan AS

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 26 Agustus 2021 20:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 26 320 2461714 erick-thohir-bandingkan-unicorn-ri-dengan-china-dan-as-damvmRjHJo.jpg Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Okezone.com/BUMN)

JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) akan berinvestasi ke dalam perusahaan rintisan atau startup potensial di Indonesia. Aksi korporasi ini didasarkan penilaian potensinya bisnis digitalisasi dan e-commerce di dalam negeri.

"Kalau kita lihat pendanaan di bidang digitalisasi melalui investasi, apakah yang ada di Telkom atau Telkomsel, karena kita memang punya investasi di startup. Karena kita tahu potensi startup Indonesia sangat luas," ujar Erick, Kamis (26/8/2021).

Baca Juga: Dear Investor Ritel, Pahami Dulu Risiko Sebelum Investasi di Saham Unicorn

Manajemen Telkom belum lama ini sudah membeberkan rencana investasi tersebut. Guna meningkatkan nilai perusahaan, emiten mengambil inisiatif bisnis yang strategis, termasuk investasi di perusahaan rintisan.

Langkah tersebut sudah dilakukan anak usahanya, MDI Ventures yang berinvestasi di Nium. Tercatat, pendanaan yang dicaplok sebesar 200 juta dolar AS atau setara Rp 2,8 triliun pada putaran Seri D, yang dipimpin oleh investor teknologi yang berbasis di AS, Riverwood Capital.

Baca Juga: Unicorn dan Decacorn Masuk BEI Dongkrak Market Cap Pasar Modal

Dengan tambahan pendanaan Seri D, total dana yang dikumpulkan oleh Nium mencapai hampir 300 juta dolar AS atau Rp 4,3 triliun dan mencatat valuasi di atas 1 miliar dolar AS. Hal ini menjadikan Nium sebagai unicorn pembayaran B2B pertama dari Asia Tenggara.

Erick mencatat, jumlah unicorn atau startup di Indonesia masih masih tertinggal jika dibandingkan dengan jumlah startup di China dan AS.

Karena itu, upaya Telkom mencaplok saham perusahaan teknologi diyakini mampu mendorong pembiayaan perusahaan menjadi lebih baik lagi.

"Kalau kita bandingkan China yang sekarang sudah mempunyai hampir 107 unicorn. Lalu Amerika yang mempunyai 207 unicorn, nah di Indonesia sendiri baru lima. Karena turunan startup macam-macam. Apakah ada yang di bentuk pertanian, di media atau yang lainnya," ungkal dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini