Menko Airlangga Lihat Peluang Ekspor Buah RI Sangat Besar

Feby Novalius, Jurnalis · Senin 30 Agustus 2021 17:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 30 320 2463430 menko-airlangga-lihat-peluang-ekspor-buah-ri-sangat-besar-PfRnQM9uu9.jpg Menko Airlangga Lihat Peluang Ekspor Buah RI. (Foto: Okezone.com/Kemenko Perekonomian)

JAKARTA - Hortikultura menjadi salah satu subsektor pertanian yang dapat berpotensi untuk didorong dalam rangka meningkatkan kesejahteraan petani, ekonomi daerah, ekonomi nasional dan bahkan mampu meningkatkan devisa negara melalui ekspor.

Dibandingkan dengan 2019, ekspor hortikultura pada 2020 meningkat sebesar 37,75% atau senilai USD 645,48 juta. Peningkatan ekspor ini didominasi oleh komoditas buah-buahan dimana selama masa pandemi Covid-19 nilai realisasi ekspor buah-buahan tercatat sebesar USD 389,9 juta atau meningkat 30,31% dibanding tahun 2019 dengan lima negara tujuan utama ekspor yaitu China, Hongkong, Malaysia, Arab Saudi, dan Pakistan.

Baca Juga: Dampak Besar PPKM terhadap Turunnya Ekspor Industri

“Dalam masa pandemi Covid-19 ini, permintaan buah-buahan dari dalam negeri maupun luar negeri meningkat cukup besar. Hal ini menjadi peluang yang besar bagi pelaku usaha dan petani buah-buahan untuk dapat memenuhi permintaan pasar dalam negeri dan luar negeri,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Senin (30/8/2021).

PT Great Giant Pinnaple yang mendorong korporasi petani melalui kemitraan dengan pola Creating Shared Value, secara rutin akan melakukan ekspor canned pineapple dengan sejumlah 350 TEUs atau setara dengan 6.300 ton per minggu melalui rute Panjang - Singapura dengan tujuan akhir ke Amerika dan Eropa. Saat ini, dengan mulai menggeliatnya aktivitas ekonomi dibeberapa negara mengakibatkan tingginya biaya freight, terbatasnya jumlah kontainer kosong, hingga kelangkaan equipment dan space di kapal.

Baca Juga: Neraca Perdagangan Indonesia Surplus USD2,59 Miliar di Juli 2021

Hal ini terjadi akibat infrastruktur pelabuhan masih berupaya untuk mengantisipasi kenaikan mendadak permintaan angkutan laut. Kolaborasi bisnis yang dapat memperluas jaringan usaha juga dapat memberikan perubahan positif, karena secara tidak langsung akan memaksa pelaku bisnis untuk keluar dari zona nyaman bisnis ke arah perubahan yang lebih baik.

Kolaborasi antara PT Great Giant Pinnaple dengan Meratus Line merupakan salah satu solusi yang baik untuk mengatasi kendala-kendala logistik yang ada.

“Saya mengucapkan selamat kepada PT Great Giant Pineapple dan Meratus Samarinda atas kerjasama yang dilakukan untuk melayani ekspor dari Provinsi Lampung dengan rute reguler Panjang - Singapura sehingga pengiriman ekspor pertanian menjadi lebih lancar dan tentunya akan mendorong berkembangnya perusahaan shipping line nasional yang dapat berkolaborasi dengan perusahaan swasta, mengingat bisnis ekspor di Indonesia 95% melalui laut,” ujar Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini