Mendag Ingin Produk Otomotif Indonesia Rajai Pasar UEA

Michelle Natalia, Jurnalis · Kamis 02 September 2021 17:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 02 320 2465224 mendag-ingin-produk-otomotif-indonesia-rajai-pasar-uea-KCp2sslet0.jpg Mendag Muhammad Lutfi (Foto: Kemendag)

JAKARTA - Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA) secara resmi menandatangani Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (Indonesia-United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement/IUAE-CEPA) pada hari ini. Adapun perjanjian ini ditujukan untuk meningkatkan ekspor dari tiap negara.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, mengatakan ada beberapa item atau komoditas yang difokuskan karena Indonesia sedang berevolusi dari negara penjual barang mentah setengah jadi menjadi negara penjual barang industri dan industri berteknologi tinggi.

"Saya bisa lihat beberapa item yang sangat penting, contoh perhiasan dan emas, dan perhiasan emas HS 82," ujar Lutfi dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Kamis (2/9/2021).

Baca Juga: Mendag: IUAE-CEPA Perkuat Investasi dan Pemulihan Ekonomi

Indonesia pun ingin menjual metal dasar seperti stainless steel ke pasar UEA meskipun UEA juga tercatat sebagai penjual alumina.

"Kita ingin bekerjasama untuk bagaimana kolaborasi untuk alumunium dan alumina, terlebih di segi otomotif, Indonesia sudah banyak mengekspor mobil ke beberapa negara Asia Tenggara, seperti Toyota Avanza dan Mitsubishi Xpander," ungkap Lutfi.

Baca Juga: Mendag: Hijab Impor Lebih Murah dari Ongkos Parkir

Kendati demikian, dia mencatat bahwa pasar Timur Tengah dan Afrika belum tergarap secara optimal.

"Dan terpenting kita ingin pasar UEA, pasar Afrika melalui UEA juga bisa menikmati industri otomotif. Sekarang sudah liat tanda-tanda otomotif masuk UEA tapi harapannya ke depan otomotif atau mobil akan juga merajai pasar otomotif UEA," jelas Lutfi.

Dalam kesempatan yang sama, Minister of State for Foreign Trade UEA, Thani bin Ahmed Al Zeyoudi, juga menyadari beberapa komoditas Indonesia bisa masuk ke UEA selain emas, alumina dan otomotif.

"(Komoditas) kelapa sawit juga akan sangat menarik," pungkas Thani.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini