Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Catatan Menteri Basuki soal Proyek Bendung Berumur 100 Tahun

Antara , Jurnalis-Kamis, 02 September 2021 |12:18 WIB
Catatan Menteri Basuki soal Proyek Bendung Berumur 100 Tahun
Catatan Menteri Basuki untuk proyek yang berumur ratusan tahun (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Rehabilitasi Bendung Cikeusik dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan petani di Kuningan, Jawa Barat. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengungkapkan, Bendung Cikeusik yang telah berusia lebih dari 100 tahun tersebut memiliki peran penting untuk masyarakat dalam pertanian sejak zaman kolonial Belanda.

Rehabilitasi dilakukan untuk mengembalikan kemampuan layanan pengairan daerah irigasi sehingga meningkatkan kesejahteraan petani di Kuningan, Jawa Barat.

Baca Juga: Bakal Diresmikan Jokowi, Intip Penampakan Bendungan Way Sekampung

"Untuk itu diperhatikan kualitasnya. Kerjakan yang benar, kualitas jangan dikurangi, karena ini infrastruktur air untuk irigasi penting buat masyarakat. Apalagi ini umurnya sudah 100 tahun lebih," ujarnya dilansir dari Antara, Kamis (2/9/2021).

Menteri Basuki menginstruksikan untuk mempercepat pengerjaan dengan menambah jumlah pekerja guna mengantisipasi hujan deras.

"Tambah orang untuk pekerjanya agar lebih cepat selesainya mengantisipasi datangnya musim hujan dan risiko banjir," kata Menteri PUPR.

Baca Juga: 7 Tahun Dibangun, Jokowi Resmikan Bendungan Kuningan Rp513 Miliar

Sementara itu Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung Ditjen SDA Kementerian PUPR Ismail Widadi mengatakan, Bendung Cikeusik merupakan salah satu bendung tertua di Indonesia yang dibangun Pemerintah Kolonial Belanda pada tahun 1890.

"Bendung ini melengkapi daerah irigasi Cikeusik yang telah beroperasi beberapa tahun sebelumnya pada 1884. Dengan usia lebih dari 100 tahun tentu banyak terjadi kerusakan pada tubuh bendung maupun saluran irigasinya. Kegiatan rehabilitasi besar satu-satunya yang pernah dilakukan pada tahun 1978 lalu," tutur Ismail.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement