Selanjutnya sejak tahun 2012, menurut Ismail dilaksanakan pemeliharaan rutin dan berkala bendung yang dilaksanakan BBWS Cimanuk-Cisanggarung Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR.
"Kemudian pada tahun 2020 kami memulai rehabilitasi Bendung Cikeusik, yang diharapkan dapat mengoptimalkan layanan sesuai kapasitas awal seluas 6.899 ha dengan catatan tidak ada alih fungsi lahan sawah. Namun saat ini di lapangan tercatat bendung ini melayani daerah irigasi seluas 6.178 ha," kata Ismail.
Hingga saat ini dikatakan Ismail, progres fisiknya sudah 79,55%, dengan target rampung pada November 2021 sesuai kontrak senilai Rp33,16 miliar yang dilaksanakan kontraktor PT Karya Kita Putra Pertiwi.
"Rehabilitasi terutama pada tubuh bendung, Kolam Olak, sayap hulu sayap hilir, perkuatan tanggul, perbaikan lantai jembatan dan perbaikan lanskap agar lebih indah. Tahun berikutnya akan dilanjutkan perbaikan saluran-saluran primer, sekunder, dan tersier," ujarnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.