Siap-Siap! Erick Thohir Bakal Wajibkan Bos Anak Cucu BUMN Laporkan Harta Kekayaan

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Selasa 07 September 2021 13:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 07 320 2467409 siap-siap-erick-thohir-bakal-wajibkan-bos-anak-cucu-bumn-laporkan-harta-kekayaan-2Cjg9LMP8S.jpg Erick Thohir Bakal Wajibkan Bos Anak Cucu BUMN Laporkan LHKPN (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir menerbitkan aturan Pelaporan Harta Kekayaan Penyelenggaraan Negara (LHKPN) di Lingkungan Kementerian BUMN dalam bentuk Peraturan Menteri (Permen). Permen tersebut diundangkan dengan Nomor PER 10/MBU/06/2021.

LHKPN sendiri dipahami sebagai daftar seluruh harta kekayaan wajib lapor yang dituangkan dalam formulir LHKPN yang ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Regulasi tersebut untuk mendukung penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Baca Juga: Erick Thohir Buka-bukaan soal LHKPN Pegawai BUMN di Depan Ketua KPK

Meski begitu, objek hukum Permen BUMN belum mencakup anak dan cucu BUMN. Pemegang saham pun berencana menerbitkan aturan serupa untuk diterapkan di lingkungan anak dan cucu usaha BUMN.

"Untuk anak cucunya belum, karena itu kita akan memastikan mengeluarkan Permen bawa anak dan cucu ini nantinya harus juga melaporkan LHKPN," ujar Erick dalam webinar LHKPN, Selasa (7/9/2021).

Dalam Permen Nomor PER 10/MBU/06/2021, Erick menetapkan, penyelenggara negara atau pejabat negara di lingkungan Kementerian BUMN wajib menyampaikan LHKPN. Mereka terdiri atas Menteri, Wakil Menteri, Pejabat Pimpinan Tinggi Madya, Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Staf Khusus Menteri, Pejabat Fungsional Auditor, Pejabat Pembuat Komitmen, Bendahara

Selain itu, aparatur sipil negara (ASN) Kementerian BUMN juga wajib menyampaikan laporan harta kekayaannya kepada Menteri melalui Inspektur. Namun, ASN yang telah melaporkan harta kekayaannya sebelumnya tidak lagi melakukan pelaporan.

Mekanisme pelaksanaan pelaporan LHKPN pejabat negara di Kementerian BUMN dengan cara mengisi dan menyampaikan LHKPN kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama 1 tahun sekali.

"Penyampaian LHKPN dilakukan pada saat pengangkatan pertama kali dalam suatu jabatan, berakhir masa jabatan atau pensiun, atau pengangkatan kembali setelah berakhirnya masa jabatan," demikian bunyi Permen BUMN.

Penyampaian LHKPN dilaksanakan dengan cara mengisi aplikasi e-lhkpn pada website https://elhkpn.kpk.go.id atau cara lainnya yang ditetapkan oleh KPK. Dan mulai berlaku sejak 15 Juli 2021.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini