Share

Berakhir 2025, Vale Indonesia (INCO) Bocorkan Kontrak Karya Akan Diperpanjang

Aditya Pratama, Jurnalis · Rabu 08 September 2021 14:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 08 278 2468101 berakhir-2025-vale-indonesia-inco-bocorkan-kontrak-karya-akan-diperpanjang-XhF3rsVTS2.jpg Kontrak Karya INCO Berakhir 2025 (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Kontrak karya PT Vale Indonesia Tbk (INCO) akan habis pada 28 Desember 2025. Saat ini VALE telah menyiapkan beberapa hal untuk pembicaraan dengan pemerintah terkait perpanjangan kontrak karya tersebut.

Presiden Direktur Vale Indonesia Febriany Eddy mengatakan, pemerintah akan memperpanjang kontrak karya Vale Indonesia, namun hal tersebut bukan dari keterangan resmi. Disebutnya, perpanjangan kontrak karya akan diberi beberapa catatan oleh pemerintah.

"Terkait kontrak karya, memang akan berakhir 28 Desember 2025, namun sebenarnya sudah ada statement bahwa pemerintah akan memperpanjang dengan beberapa catatan. Nah sekarang catatan-catatan tersebut, PR (Pekerjaan Rumah) kami yang harus dituntaskan," ujar Febriany dalam Public Expose Live 2021, Jakarta, Rabu (8/9/2021).

Febriany menambahkan, untuk membahas perpanjangan kontrak karya tersebut, Perseroan akan duduk dengan pemerintah secara formal dalam dua tahun sebelum berakhirnya kontrak karya.

"Jadi, secara formal akan duduk bersama pemerintah 2023, namun tentu tahun ini kami sedang merampungkan berbagai macam analisa, kemudian mendapatkan mandat untuk negosiasi, sehingga harapan kami tahun depan kita sudah bisa mulai secara informal duduk bersama pemerintah sehingga tahun 2023 lebih lancar negosiasinya," kata dia.

Pihaknya berharap proyek pembangunan smelter High Pressure Acid Leaching (HPAL) di Pomalaa, Sulawesi Tenggara, dan smelter feronikel di Bahodopi, Sulawesi Tengah bisa segera maju ke tahap konstruksi tahun depan.

"Besar harapan kami tentu proyek Bahodopi dan Pomalaa bisa segera maju ke konstruksi tahun depan sehingga kita dalam posisi sangat baik untuk bicara dengan pemerintah," ucapnya.

Terkait proyek smelter di Pomalaa, dia menyebut bahwa smelter tersebut akan menghasilkan produk untuk bahan baku baterai kendaraan listrik dan akan berkontribusi kepada industri mobil listrik.

"Terkait pasokan pembuatan baterai mobil listrik, jadi kami perusahaan pertambangan nikel dan pemasok nikel, jadi kami dari hulunya dan kita tidak akan beralih fungsi. Jadi, kita akan fokus kepada apa yang bagus dan baik yang sudah jadi keahlian kami," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini