Emiten Pengelola RS Omni Mau Caplok Saham RSGK

Aditya Pratama, Jurnalis · Kamis 09 September 2021 10:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 09 278 2468563 emiten-pengelola-rs-omni-mau-caplok-saham-rsgk-LZO6w3Gr1X.jpg Emiten RS Omni berencana beli saham RSGK (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) sedang merencanakan dan dalam tahap negosiasi pembelian mayoritas saham PT Kedoya Adyaraya Tbk (RSGK). Emiten Rumah Sakit OMNI ini berencana membeli sekitar 66% saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam Kedoya Adyaraya.

Dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Kamis (9/9/2021), RSGK memiliki kegiatan usaha dalam bidang pelayanan kesehatan dan mengelola rumah sakit.

Baca Juga: Dulu Rugi, Pengelola RS Omni Raup Laba Rp39,25 Miliar di Kuartal I

Dijelaskan juga bahwa SAME tidak memiliki hubungan afiliasi dengan RSGK sebagaimana termaktub dalam Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.

Adapun tujuan dari rencana akuisisi ini adalah untuk memperluas kegiatan usaha pelayanan kesehatan SAME di Indonesia. SAME merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang layanan kesehatan.

Baca Juga: Rogoh Rp581 Miliar, Emtek Caplok Saham RS Omni Hospital

"Rencana akuisisi ini akan memperluas kegiatan usaha SAME dalam bidang pelayanan kesehatan dengan membangun dan mengelola rumah sakit di Indonesia," tulis manajemen SAME dikutip, Kamis (9/9/2021).

Diketahui, RSGK baru saja melaksanakan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) sebanyak 185.940.000 saham biasa yang dikeluarkan dari portepel Perseroan mewakili sebesar 20% dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan setelah penawaran umum perdana saham, yang ditawarkan kepada masyarakat dengan harga penawaran Rp1.720 per saham.

Perseroan dalam melaksanakan pengembangan usaha adalah dengan dilaksanakannya penguatan yang disertai dengan pengembangan sistem pelayanan kesehatan secara tepat dan efektif terhadap RS. Grha Kedoya dan RS. Grha MM2100 serta rumah sakit lain yang masuk dalam rencana pembangunan dan pengembangan di masa yang akan datang.

Hal ini untuk mengambil kembali kepercayaan masyarakat dalam perkembangan dunia kesehatan dalam negeri serta membentuk infrastruktur penguatan pelayanan kesehatan yang mana diproyeksikan dapat menyerap pasar potensial pada dunia kesehatan dalam negeri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini