JAKARTA - Pertumbuhan kredit akan mencapai 3% sampai 4% pada tahun 2021, setelah sebelumnya terkontraksi 2,4% di 2020.
"Perkiraan ini dengan asumsi pertumbuhan ekonomi tahun ini adalah 3,69%," kata Direktur Treasury & International Banking PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Panji Irawan dilanir dari Antara, Kamis (9/9/2021).
Baca Juga: Alasan OJK Perpanjang Restrukturisasi Kredit hingga 31 Maret 2023
Dengan demikian, dia menilai hal tersebut merupakan perkembangan yang sangat baik di tengah pemulihan ekonomi dari pandemi Covid-19.
Bank Mandiri optimistis bahwa intermediasi perbankan secara perlahan akan terus membaik ke depannya, sejalan dengan pemulihan ekonomi nasional.
Baca Juga: Himbara Restrukturisasi Kredit 3,3 Juta Debitur
Menurut Panji, keyakinan itu seiring dengan kekompakan dari otoritas fiskal, moneter, jasa keuangan, maupun pasar lainnya yang membuat langkah pemulihan menjadi terkoordinasi, bersinergi, dan harmonis.
"Tentu saja dengan beragam relaksasi pada ketentuan-ketentuan yang memang diperlukan pada saat kita sedang menghadapi dan menyikapi bagaimana meminimalisir dampak dari pengaruh COVID-19 ini," tegasnya.
Ia menjelaskan pertumbuhan kredit sudah mulai tumbuh positif sejak bulan Juni 2021, setelah mencatat kontraksi pada beberapa bulan sebelumnya.
Bahkan, pertumbuhan kredit pada bulan Juli 2021 tercatat 0,5% secara tahunan (year on year/yoy) atau 1,5% secara tahun kalender (year to date/ytd).
"Ini adalah sinyal-sinyal yang bagus di mana ada permintaan kredit, pasti akan menjadi energi untuk ekspansi atau menjalankan usaha," ucap Panji.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.