Google Rombak Bisnis Cloud demi Kejar Amazon

Hafid Fuad, Jurnalis · Selasa 14 September 2021 09:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 14 320 2470938 google-rombak-bisnis-cloud-demi-kejar-amazon-lznNPxPkse.jpg Google ubah bisnis cloud (Foto: Unsplash)

JAKARTA - Google merombak layanan Cloud miliknya secara internal. Hal ini diakui juru bicara Google. Dilansir dari CNBC, Selasa (14/9/2021), Dow Jones menjadi pihak pertama yang mengungkapnya.

"Kami baru saja membahas perombakan organisasi yang melibatkan sejumlah tim. Mereka akan mengatur dalam penjualan, mitra, dan menjalin relasi dengan pelanggan seluruh jenis industri di seluruh dunia," kata humas perusahaan.

Baca Juga: Google Sebut Terdapat Peningkatan Pengguna Premium di YouTube

"Kami membuat keputusan yang sulit tapi sangat diperlukan yaitu peran sejumlah kecil karyawan akan dihilangkan," katanya.

Restrukturisasi tersebut muncul sejak CEO Thomas Kurian bekerja selama satu tahun. Sepanjang waktu tersebut dia membuat keputusan perubahan, sebagian besar adalah perampingan jumlah pegawai. Kebijakan ini jadi andalannya bersama CEO Alphabet Sundar Pichai selama beberapa kuartal terakhir.

Baca Juga: Waspadai Potensi Informasi Bocor, Google Kunci Email Pemerintah Afghanistan

Restrukturisasi tersebut utamanya untuk menyesuaikan kembali fokus pada pasar internasional dan ini berdampak pada setidaknya kurang dari 50 karyawan. Ini menurut seseorang yang dekat dengan perusahaan.

Perusahaan tidak akan membeberkan data beberapa banyak karyawan yang terkena dampak atau bidang mana dalam bisnis Cloud yang akan terpengaruh. Namun mereka hanya mengatakan sudah mengutus sebuah tim 'mobility' internal perusahaan untuk membentuk tim baru dari SDM dalam perusahaan sendiri.

"Kami berterimakasih untuk segala yang telah mereka lakukan dan komitmen mereka untuk Google Cloud," kata juru bicara tersebut.

Kurian minggu ini menjelaskan strategi perusahaan. Perusahaan menargetkan lima industri; ritel, perawatan kesehatan, jasa keuangan, media dan hiburan, dan manufaktur.

Alphabet sukses mencetak pendapatan Cloud untuk pertama kalinya dalam laporan pendapatan kuartal keempat. Bisnis Google untuk layanan Cloud menghasilkan pendapatan sebesar USD8,92 Miliar di tahun 2019, naik dibandingkan hanya USD5,84 Miliar pada tahun 2018. Perusahaan memproyeksikan pemasukannya bis mencapai USD10 Miliar per tahun.

Bila angka-angka pertumbuhan itu mengesankan, maka bandingkan dengan Amazon Web Service yang menghasilkan lebih dari USD35 Miliar pendapatan tahun lalu. Para analis termasuk Synergy dan Gartner meletakkannya di posisi pertama secara pangsa pasar. Sementara Microsoft menempati posisi ke 2.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini