Tanah di Jakarta Turun 5-10 Cm/Tahun, Pembangunan Tanggul Mendesak

Ahmad Hudayanto, Jurnalis · Sabtu 18 September 2021 05:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 17 470 2473125 tanah-di-jakarta-turun-5-10-cm-tahun-pembangunan-tanggul-mendesak-MdUl7ILGeb.jpg Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (Foto: Antara)

JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama dengan Kementerian PUPR melanjutkan pembangunan tanggul pantai. Program pembangunan tanggul pantai bertujuan untuk perbaikan lingkungan (environmental remediation) bagi Jakarta yang mengalami penurunan tanah 5 -10 cm/tahun.

"Selain pembangunan tanggul pantai sebagai langkah mendesak, hal yang terpenting juga upaya pengurangan penggunaan air tanah di DKI Jakarta. Hal ini diperlukan untuk perbaikan lingkungan yang memang sudah melebihi daya dukungnya bagi Jakarta untuk dapat dikembangkan ke depan," kata Menteri Basuki dilansir dari Antara.

Salah satu upaya mengurangi penggunaan air tanah tersebut dengan diadakan proyek terintegrasi pengolaan sumber daya air. Yaitu pembangunan Bendungan Karian, Saluran Air Baku Karian-Serpong (Karian-Serpong Conveyance System), dan SPAM Regional.

Setelah selesainya SPAM Karian Serpong diharapkan dapat menambah pasokan air bersih bagi warga Jakarta. Program pembangunan tanggul pantai pada tahun 2014 ke 2018 Kementerian PUPR telah membangun tanggul pantai dan tanggul sungai tahap awal sepanjang 4,83 kilometer. Pada tahun 2014 pembangunan tanggul pantai tahap 1 dibangun di Pluit sepanjang 75 meter.

Baca selengkapnya: Pembangunan Tanggul Mendesak, Tanah di Jakarta Turun 5-10 Cm/Tahun

(fik)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini