Wamenkeu Sebut Pandemi Covid-19 Akan Menjadi Endemi

Antara, Jurnalis · Senin 20 September 2021 20:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 20 320 2474293 wamenkeu-sebut-pandemi-covid-19-akan-menjadi-endemi-6RIsZkHr1U.jpg Pandemi covid-19 akan menjadi endemi (Foto: Freepik)

JAKARTA - Pandemi Covid-19 akan menjadi endemi karena pemerintah telah mampu menekan penularan Covid-19. Pemerintah juga akan terus memperkuat protokol kesehatan, vaksinasi, dan fasilitas sektor kesehatan.

Baca Juga:  Menko Luhut Tegaskan Kasus Covid-19 Meningkat Pasti Ada Pengetatan Aktivitas Lagi

“Kalau ini terjadi terus, kita bukan lagi hidup dengan pandemi Covid-19 tetapi endemi. Virus ini bersama kita, tapi kita akan terus memperkuat protokol kesehatan, memperkuat tubuh dengan vaksinasi, dan hidup sehat sehingga kita bisa hidup bersama Covid-19,” kata Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Senin (20/9/2021).

Dengan pengendalian virus Covid-19 dan penyakit lain secara terus-menerus, Suahasil meyakini aktivitas ekonomi akan kembali berjalan normal sehingga pertumbuhan ekonomi akan mencapai level sebelum Covid-19.

Baca Juga: Hasil PPKM Baik, Menko Airlangga Antisipasi Kemungkinan Adanya Gelombang Ketiga

“Kalau kegiatan ekonomi mulai berputar lagi, kita berharap bahwa perekonomian dan dunia usaha akan berjalan dengan lebih baik, ada mobilitas, sehingga perbankan juga menjalankan fungsi intermediasi lagi,” kata Suahasil.

Dia berharap pertumbuhan ekonomi akan kembali kepada jalur pertumbuhan sebagaimana 20 tahun terakhir, yang didukung terutama oleh kelas menengah dengan jumlahnya yang mendominasi masyarakat Indonesia.

Dengan jumlah yang besar, konsumsi kelas menengah pun akan menentukan kondisi Indonesia ke depan. Karena itu, menurutnya, kelompok kelas menengah perlu diberikan informasi yang benar, baik terkait sektor keuangan maupun sektor lain.

“Dia akan menentukan karena jumlahnya sangat besar. Misalnya kalau kebanyakan kelas menengah yang didominasi oleh usia muda ini tidak memakan makanan sehat, dalam 20 tahun ke depan kita akan bertemu masalah-masalah kesehatan,” terangnya.

Pada saat yang sama, pemerintah juga melakukan reformasi struktural dengan menerbitkan Undang-Undang Cipta Kerja yang mengubah birokrasi perizinan, menjamin masyarakat yang kehilangan, membuat pondasi baru produk halal, dan mengelola investasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini