Sri Mulyani Larang Obligor BLBI 'Kabur' ke Luar Negeri

Rina Anggraeni, Jurnalis · Selasa 21 September 2021 14:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 21 320 2474667 sri-mulyani-larang-obligor-blbi-kabur-ke-luar-negeri-57eM3PZrN9.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)

JAKARTA - Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana BLBI mengeluarkan surat penagihan paksa dan pencegahan keluar negeri bagi obligor dan debitur. Salah satunya Kaharudin Ongko sebagai obligor dari PT Bank Umum Nasional (BUN).

Menteri Keuangan Sri Muluani mengatakan, diterbitkan surat penagihan tersebut dalam rangka menagih utang Dana BLBI sebesar Rp7,83 triliun.

"Terhadap debitur tersebut (Kaharudin Ongko) dilakukan surat paksa dan pencegahan bepergian keluar negeri," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam video virtual, Selasa (21/9/2021).

Baca Juga: Sri Mulyani Batasi Gaji PNS Daerah 30% dari APBD

Lanjutnya, penyitaan terhadap sejumlah aset yang dijaminkan Kaharudin Ongko ketika menandatangani perjanjian pada 18 Desember 1998. Adapun, aset tetap dan bergerak yang dijaminkan kala itu diambil untuk disita.

"Melakukan eksekusi pada jaminan untuk aset tetap dan aset bergerak sesuai dengan perjanjian MRNIA tanggal 18 Desember 1998," katanya

Dia menambahkan, pemerintah telah melakukan penagihan utang sejak tahun 2008. Namun obligor dianggap tidak kooperatif dan akhirnya terpaksa dilakukan upaya paksa penagihan.

Baca Juga: Sri Mulyani Berani Pertanggungjawabkan APBN dalam Tangani Covid-19

"Kita melakukan penagihan utang yang telah diserahkan dan diurus Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN) ini sejak 2008," tandasnya..

Sementara itu, Sri mengaku jumlah atau hasil pencairan dana dari bank swasta tersebut, mencairkan dana sebesar Rp 664 juta. Satgas juga mencairkan dana berupa aset dolar sebesar USD7.637.605 atau setara Rp109,5 miliar. Semua dana sitaan tersebut telah masuk dalam rekening kas negara.

"Ini adalah extro account yang kita sita dan mencairkan untuk masuk kemudian masuk ke kas negara. Akun yang kita sita ini untuk masuk kas negara, hasil sitaan ini sudah masuk di tangan negara sejak kemarin sore," ujarnya.

Hal ini panitia urusan piutang negara akan terus melakukan penagihan melalui eksekusi dari barang-barang jaminan dari obligor.

"Pada hari ini panitia akan melakukan progres yang kemarin kita sampaikan mengenai beberapa hal yg sudah dilakukan tim ini," ujarnya.

Untuk berbagai aset properti disampaikan oleh Sri Mulyani sudah diamankan Satgas yang mendapatkan dukungan dari kejaksaan dan kepolisian.

'Saya berterimakasih dalam hal ini tim mendapatkan dukungan penuh dari kejaksaan agung dan dari kepolisian di dalam mengeksekusi sehingga kita meyakinkan supaya tracking atau pelacakan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini