Harganya Naik Gila-gilaan, Bitcoin Bakal Dibinasakan

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 23 September 2021 18:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 23 320 2475923 harganya-naik-gila-gilaan-bitcoin-bakal-dibinasakan-tBRyfkxyKC.png Harga Bitcoin Naik. (Foto: Okezone.com/Reuters)

NEW YORK - Pendiri hedge fund terbesar di dunia, Bridgewater Associates, Ray Dalio memprediksi jika Bitcoin mencatatkan kinerja sangat baik. Namun dirinya memperkirakan bahwa nantinya regulator akan mengendalikan Bitcoin jika mata uang kripto mendapatkan kesuksesan dalam arus utama.

"Saya pikir pada akhirnya jika itu benar-benar sukses, mereka akan mematikannya dan mereka akan mencoba mematikannya. Menurut saya, mereka akan mematikannya karena mereka memiliki cara untuk itu," kata Dalio, dikutip dari CNBC, Kamis (23/9/2021).

Baca Juga: Harga Bitcoin Meroket Lagi, Kini Tembus Rp721 Juta

Regulator Amerika Serikat (AS) telah meningkatkan pengawasan terhadap mata uang kripto yang bergejolak karena pergerakan liar di pasar spekulatif terus menarik perhatian. Ketua Komisi Sekuritas dan Bursa Gary Gensler mengatakan, regulator top Wall Street membuat seperangkat aturan untuk melindungi investor melalui regulasi yang lebih baik dari ribuan aset digital dan koin baru.

Terlepas dari serangan volatilitas yang berat, Bitcoin cukup sukses akhir-akhir ini. Uang kripto tersebut telah meningkat lebih dari empat kali lipat dalam 12 bulan terakhir. Bitcoin telah mencapai level tertinggi di atas USD60.000 pada awal tahun ini.

Baca Juga: Bye Bisnis Kripto, Pencipta Dogecoin: Banyak Orang Jahat

"Anda memiliki El Salvador yang mengambilnya dan Anda memiliki India dan China yang menyingkirkannya. Dan Anda memiliki Amerika Serikat yang berbicara tentang bagaimana mengaturnya dan itu masih bisa dikendalikan," ujar Dalio.

El Salvador telah menjadi negara pertama yang mengadopsi Bitcoin sebagai alat pembayaran sah, meski dalam implementasikan mengalami beberapa masalah. Sementara itu, India diperkirakan akan mengusulkan undang-undang yang melarang mata uang kripto dan menghukum penambang dan pedagang.

Sedangkan China telah mulai menindak pasar kripto, memerintahkan penambang untuk menutup operasi mereka. BACA JUGA: Bank Sentral Global Peringatkan Bitcoin Bisa Kolaps Dalio menuturkan, Bitcoin tidak memiliki nilai intrinsik. Artinya, aset tersebut tidak memiliki nilai fundamental dan objektif.

"Ada begitu banyak hal dalam perspektif sejarah yang tidak memiliki nilai intrinsik dan memiliki nilai persepsi. Dan kemudian menjadi panas dan menjadi dingin. Bisa jadi keduanya. Anda hanya perlu tahu apa itu," ucapnya.

Kendati demikian, miliarder ini mengatakan, Bitcoin merupakan alternatif yang baik untuk uang tunai. Dia bahkan memiliki persentase token digital yang lebih kecil dibandingkan dengan eksposur emasnya dalam portofolio.

"Saya pikir layak mempertimbangkan semua alternatif untuk uang tunai dan semua alternatif untuk aset keuangan lainnya. Bitcoin adalah sebuah kemungkinan. Saya memiliki sejumlah uang dalam Bitcoin," kata Dalio.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini