Neraca Dagang RI-Australia Defisit USD3,1 Miliar, Mendag Soroti Impor Tinggi

Anggie Ariesta, Jurnalis · Rabu 29 September 2021 16:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 29 320 2478775 neraca-dagang-ri-australia-defisit-usd3-1-miliar-mendag-soroti-impor-tinggi-UUGzzfkQV2.jpeg Neraca Dagang (Foto: Okezone)

JAKARTA - Neraca dagang Indonesia dengan Australia tercatat defisit sebesar USD3,1 miliar pada periode Januari hingga Juli 2021.

Menteri Perdagangan Muhammad Luthfi menyebut, salah satu alasannya adalah impor Indonesia dari Australia yang menjadi suatu kebutuhan bagi industri.

"Impor kita dari Australia penting bagi industri Indonesia, ini bagian dari bahan baku yang bisa mengembangkan industri kita," ungkap Mendag Luthfi saat menggelar konferensi pers bersama Menteri Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi Australia Dan Tehan secara virtual, Rabu (29/9/2021).

Baca Juga: 5 Fakta Neraca Perdagangan Surplus, Ekspor Cetak Sejarah Tertinggi sejak 2011

Beberapa impor Indonesia dari Australia antara lain sapi, daging, dan batu bara. Impor tersebut diyakini akan memberikan nilai tambah bagi produk Indonesia.

Mendag Luthfi menambahkan bahwa keuntungan skema Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership (IA-CEPA) tidak hanya terkait pada perdagangan barang dan jasa. Tetapi adanya pandemi Covid-19, perjanjian dagang IA-CEPA yang telah berlaku sejak Juli 2020 lalu membuat kedua negara ikut tertekan.

Baca Juga: Menko Airlangga Sebut Surplus Perdagangan RI Melonjak karena Kebijakan Ekonomi Gas dan Rem

"Tidak dipungkiri Covid-19 menjadi masalah terbesar saat ini, diharapkan setelah Covid-19, setelah terbukanya perbatasan kedua negara, saya berharap secepatnya kita dapat mengembalikan perdagangan dan meningkatkan," ujar Mendag Luthfi.

Selain sektor perdagangan, salah satu yang diharapkan dapat segera diimplementasikan adalah terkait dengan kerja sama peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia.

Sebagai informasi, pada periode Januari-Juli 2021 total ekspor Indonesia ke Australia sebesar USD1,85 miliar naik dari tahun sebelumnya sebesar USD1,36 miliar dalam periode yang sama.

Sementara impor Indonesia periode Januari-Juli 2021 sebesar USD4,96 miliar naik dari tahun sebelumnya USD2,69 miliar.

Baik Indonesia dan Australia pun telah sepakat untuk menggenjot perdagangan kedua negara. Hal itu mengingat pentingnya perdagangan dalam pemulihan ekonomi pasca pandemi

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini