Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perkuat Modal, Anak Usaha ENRG Raih Pinjaman USD55 Juta

Agregasi Harian Neraca , Jurnalis-Jum'at, 01 Oktober 2021 |14:43 WIB
Perkuat Modal, Anak Usaha ENRG Raih Pinjaman USD55 Juta
Anak usaha ENRG raih pinjaman (Foto: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA – Anak usaha PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) yakni EMP Bentu Limited berencana menerima pinjaman sebesar USD55 juta atau setara dengan Rp788,7 miliar. Pinjaman dari Deutsche Bank AG, Singapore Branch ini diharapkan bisa memperkuat struktur modal guna menunjang ekspansi bisnisnya.

Disebutkan, aksi korporasi tersebut dilakukan untuk memperbaiki kondisi modal kerja perseroan secara terkonsolidasi dalam rangka pengembangan kegiatan operasi untuk peningkatan produksi aset perseroan.

Baca Juga: Lepas 20 Miliar Saham Seri B, ENRG Bakal Rights Issue

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian perseroan dan anak perusahaan untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2021, perseroan mencatat total aset lancar sebesar USD140 juta dan total liabilitas jangka pendek sebesar USD375 juta.

Hal ini menjadikan perseroan mengalami kondisi modal kerja, yang mana jumlah liabilitas jangka pendeknya lebih besar dari aset lancarnya. Dengan dilakukannya transaksi tersebut, maka diharapkan perseroan dan anak usaha perseroan dapat memperbaiki kondisi modal kerja dan likuiditasnya yang akan tercermin dalam kinerja keuangannya di masa mendatang.

Baca Juga: Energi Mega Persada Dapat Pinjaman Rp808,23 Miliar

Dalam transaksi tersebut, perseroan dan anak usaha yakni PT Tunas Harapan Perkasa (THP) bertindak sebagai pemberi jaminan perusahaan. Adapun jaminan yang diberikan adalah jaminan Rekening EMP Bentu di Singapura, gadai rekening EMP Bentu di Indonesia, gadai saham milik THP di EMP Bentu, jaminan fidusia atas penerimaan EMP Bentu dari perjanjian jual beli gas dan akta subordinasi yang diberikan oleh perseroan dan THP.

Sebagai informasi, rencana transaksi tersebut memiliki bunga 6% ditambah LIBOR USD(1 bulan) per tahun. Adapun tanggal pelunasan akhir jatuh pada 30 Juli 2025. Aksi tersebut merupaka transaski material karena nilainya 26% dari ekuitas perseroan berdasarkan laporan konsolidasian perseroan dan anak usaha untuk tahun 31 Desember 2020.

Di sisi lain, Energi Mega Persada belum lama ini mengakuisisi blok migas South CPP di Provinsi Riau, Sumatera. Aksi korporasi ini merupakan keberhasilan perseroan dalam memenangkan lelang terbuka yang diselenggarakan pemerintah.

Namun demikian, aksi akuisisi tersebut masih memiliki beberapa kondisi yang masih harus dipenuhi, di antaranya penerbitan jaminan pelaksanaan penyelesaian bonus tanda tangan dan penandatanganan kontrak kerja sama yang meliputi studi geological dan geophysical, pekerjaan seismic 2D (500 km), pekerjaan seismic 3D (50 Km2) dan pengeboran 1 sumur eksplorasi.

Sebagai informasi, kemenangan lelang Energi Mega Persada tersebut telah dikonfirmasi oleh Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia pada 4 Sepetember 2021.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement