Harga Emas Berjangka Rebound 2% di Tengah Pelemahan Dolar

Antara, Jurnalis · Jum'at 01 Oktober 2021 06:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 01 320 2479582 harga-emas-berjangka-rebound-2-di-tengah-pelemahan-dolar-gFWsObDYQc.jpg Harga emas berjangka naik (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Harga emas berjangka melonjak hampir 2% pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Harga emas rebound setelah dolar jatuh karena angka pekerjaan mingguan AS yang suram, tetapi penurunan baru-baru ini didorong oleh ekspektasi Federal Reserve akan segera mulai mengurangi dukungan ekonominya membuat emas mencatat penurunan bulanan dan kuartalan.

Baca Juga: Harga Emas Antam Tetap Dibanderol Rp913.000/Gram

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di Divisi Comex New York Exchange, melambung USD34,1 atau 1,98% menjadi ditutup pada USD1.757 per ounce. Emas anjlok sekitar 3,4% selama September dan turun 0,8% pada kuartal ketiga.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Kamis (30/9) bahwa jumlah orang Amerika Serikat yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran mencapai 362.000 dalam pekan yang berakhir 25 September, meningkat 11.000 dari minggu sebelumnya sehingga memicu kekhawatiran pasar tenaga kerja melemah.

Baca Juga: Harga Emas Berjangka Makin Tertekan Isu Tapering Fed

"Ini juga menyebabkan ketidakpastian tentang tapering Fed, karena mereka ingin pasar kerja yang kuat untuk mengumumkan tapering," kata konsultan independen Robin Bhar, menambahkan bahwa penundaan apa pun bisa positif untuk emas.

Emas juga "berjalan ke beberapa pembelian fisik baru, dengan beberapa investor mencari lindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi, kenaikan inflasi," kata Bhar.

Tetapi prospek yang meningkat untuk tapering Fed, yang secara luas diperkirakan akan dimulai pada November, dan peluang imbal hasil obligasi pemerintah terus meningkat, diperkirakan akan menambah lebih banyak tekanan pada emas dengan imbal hasil nol, kata Han Tan, kepala analis pasar di Exinity.

Pengurangan stimulus bank sentral dan kenaikan suku bunga cenderung mendorong imbal hasil obligasi pemerintah lebih tinggi, meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

"Dolar AS yang lebih kuat dan hasil yang lebih tinggi adalah kombinasi beracun untuk emas," kata Commerzbank dalam sebuah catatan.

"Dalam jangka pendek, risiko penurunan harga lebih lanjut mendominasi, artinya angka 1.700 dolar AS sudah bisa segera dicapai," kata bank. "Selama emas tetap berada di bawah tekanan, perak juga kemungkinan akan kesulitan untuk keluar dari pertahanannya."

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 56,2 sen atau 2,62%, menjadi ditutup pada USD22,047 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik USD15,4 atau 1,63%, menjadi ditutup pada USD962,4 per ounce.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini