Share

TOWR Raup Pendapatan Rp2,1 Triliun dari Akuisisi SUPR

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Senin 04 Oktober 2021 15:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 04 278 2481029 towr-raup-pendapatan-rp2-1-triliun-dari-akuisisi-supr-nYiCWoSqBi.jpg TOWR bakal akuisisi saham SUPR (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Bisnis PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) tumbuh cepat seiring dengan rampungnya mengakuisisi PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) atau STP. Akuisisi dilakukan melalui PT Profesional Telekomunikasi Indonesia atau Protelindo.

“Skala bisnis yang lebih besar akan semakin memperkuat posisi keuangan Protelindo, memperluas layanan yang dapat disediakan kepada para pelanggan, dan juga memungkinkan terjadinya peningkatan efisiensi operasional serta menciptakan sinergi," kata Presiden Direktur dan CEO Sarana Menara Nusantara Aming Santoso.

Baca Juga: Sarana Menara (TOWR) Bakal Akuisisi 90% Saham SUPR

Disebutkan, emiten pengelola menara ini berpotensi mendapat tambahan pendapatan Rp2,1 triliun dan Ebitda hampir Rp1,9 triliun. Hal ini akan memperkuat posisi Protelindo sebagai perusahaan infrastruktur telekomunikasi independen terbesar di Indonesia. Saat ini, STP merupakan perusahaan tower independen terbesar ke-3 di Indonesia dengan 6.780 tower, 12.500 penyewaan dan lebih dari 9.000 km jaringan kabel fiber optik.

Baca Juga: Dapat Pinjaman Rp14 Triliun, Begini Rencana Bisnis Sarana Menara (TOWR)

Dalam enam tahun terakhir, transaksi ini adalah transaksi akuisisi Sarana Menara Nusantara yang ke-6 dan merupakan transaksi dengan nilai terbesar. Dengan akuisisi ini, Protelindo akan memiliki sekitar 28.300 tower dengan sekitar 53.000 tenant dan lebih dari 67.800 km jaringan kabel fiber optik. Sumber pendanaan transaksi akuisisi ini adalah pinjaman baru sebesar Rp14 triliun ditambah dengan menggunakan fasilitas pinjaman yang telah ada sekitar Rp2,7 triliun.

Meskipun hutang Protelindo meningkat, paska akuisisi Fitch Ratings tetap mengafirmasi peringkat utang Protelindo di BBB dengan outlook stabil dan peringkat domestik AAA. Demikian pula dengan S&P yang tetap memandang Protelindo sebagai perusahaan berstatus investment grade dengan peringkat BBB-, outlook stabil.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

“Rekam jejak kami dalam mengelola keuangan dengan prudent memungkinkan kami mendapatkan pinjaman bank untuk mendanai akuisisi ini dan tetap mempertahankan peringkat investment grade,” jelas Aming.

Redpeak Advisers bertindak sebagai penasihat keuangan eksklusif untuk Protelindo dalam transaksi ini, dan Duane Morris dan Makes & Partners bertindak sebagai penasihat hukum. TOWR merupakan entitas bisnis Grup Djarum milik orang terkaya di Indonesia, Michael dan Bambang Hartono. Sebagai informasi, TOWR berhasil menyelesaikan proses akuisisi 94,03% saham pengendali SUPR dengan nilai transaksi Rp16,72 triliun.

Dalam enam tahun terakhir, transaksi ini adalah transaksi akuisisi Sarana Menara Nusantara yang ke-6 dan merupakan transaksi dengan nilai terbesar.

“Kami bersyukur telah berhasil menyelesaikan transaksi strategis ini dalam waktu singkat. Dengan akuisisi ini, Protelindo akan memiliki sekitar 28.300 tower dengan sekitar 53.000 tenant dan lebih dari 67.800 km jaringan kabel fiber optik,” kata Aming Santoso.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini