4 Fakta Pandora Papers, Ungkap Skandal Pajak Pimpinan Dunia hingga Miliarder

Erlinda Septiawati, Jurnalis · Selasa 05 Oktober 2021 21:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 05 320 2481746 4-fakta-pandora-papers-ungkap-skandal-pajak-pimpinan-dunia-hingga-miliarder-aTXd1hwJFs.jpeg 4 Fakta Pandora Papers

JAKARTA – Dokumen elit dunia yang disebut dalam Pandora Papers bocor ke publik.

Pandora Papers mengungkap kekayaan dan urusan bisnis rahasia dari para pemimpin dunia, politikus, dan kaum konglomerat.

Pandora Papers ini dirilis lima tahun setelah bocornya dokumen yang dikenal sebagai Panama Papers, yang membeberkan orang-orang kaya menyembunyikan uang sedemikian rupa sehingga tidak bisa dideteksi lembaga penegak hukum.

Baca Juga: Masuk Daftar Pandora Papers, Ini Penjelasan Menko Luhut

 

Berikut empat fakta Pandora Papers yang mengulas skandal pajak pimpinan dunia hingga miliarder, seperti yang telah dirangkum Okezone, Selasa, (5/10/2021).

 

1. Mempunyai Rekening di Luar Negeri

Raja Yordania Abdullah, sekutu dekat dan mitra Amerika di Timur Tengah, diduga mempunyai rekening di luar negeri dan membelanjakan lebih dari USD100 juta untuk 14 rumah mewah di Inggris dan Amerika. Dalam pernyataannya, Yordania mengatakan bahwa bukan rahasia lagi raja memiliki properti di Amerika dan Inggris.

“Ini bukan hal yang aneh dan juga bukan hal yang tidak pantas," kata pernyataan itu, dilansir dari VOA Indonesia.

 

2. Penggelap Pajak Terbesar di Dunia

Kemudian, nama selanjutnya yang disebutkan dalam Pandora Papers adalah Presiden Rusia Vladimir Putin. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan, satu-satunya hal yang menarik perhatian dari Pandora Papers adalah tampak negara mana yang mempunyai rekening di luar negeri dan penggelap pajak terbesar di dunia.

Pakar Keuangan Moskow Thomas Adshead mengatakan, penyelidikan itu tidak mungkin mengubah lanskap politik di Rusia. Rakyat Rusia mungkin percaya, mungkin juga tidak, bahwa Putin mempunyai aset di luar negeri.


3. Kecaman Pandora Papers

 

PM Ceko Andrej Babis mengecam penyebutan namanya dalam Pandora Papers. Dalam temuan Konsorsium Jurnalis Investigasi Internasional itu juga disebutkan bahwa Perdana Menteri Ceko Andrej Babis, miliarder yang populis, pada 2009 menyimpan USD22 juta dalam rekening di luar negeri untuk membeli beberapa properti di Prancis selatan. Babis, Senin, bahkan membantah melakukan kesalahan dan menuduh dokumen itu hendak merusaknya dalam pemilihan.

"Saya tidak memiliki rekening di luar negeri, saya tidak memiliki properti di Prancis. Ini menjijikkan, tuduhan palsu yang dimaksudkan untuk mempengaruhi pemilu," ujar Babis.

 

4. Adanya Penghindaran Pajak

Juru Bicara Komisi Uni Eropa Dan Ferrie Senin mengingatkan bahwa, penghindaran dan penggelapan pajak adalah masalah global yang perlu ditangani.

Lebih lanjut, Pandora Papers menyoroti bagaimana para pemimpin dunia, politisi kuat, miliarder, dan lainnya mempunyai rekening di luar negeri untuk melindungi aset yang secara kolektif bernilai triliunan dolar selama 25 tahun ini. Banyak dari rekening itu memang dirancang untuk menghindari pajak dan menyembunyikan aset.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini