Darma Henwa Bentuk Anak Usaha Baru di Sektor Reparasi Mesin

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Senin 11 Oktober 2021 13:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 11 278 2484474 darma-henwa-bentuk-anak-usaha-baru-di-sektor-reparasi-mesin-R6kS1376Vp.jpg Darma Henwa bentuk anak usaha baru (Foto: Okezone)

JAKARTA – PT Darma Henwa Tbk (DEWA) bersama dengan anak usahanya yakni PT Dire Pratama (Dire) telah mendirikan anak usaha baru, PT Darma Reka Teknik (DRT). Aksi ini bertujuan untuk memperkuat struktur bisnis perseroan.

Disebutkan, aksi korporasi tersebut telah dilakukan pada 7 Oktober 2020, di mana maksud pendirian DRT adalah untuk pengembangan bidang usaha perseroan di luar bidang jasa kontraktor pertambangan batu bara.

“Maksud dan tujuan DRT adalah berusaha dalam bidang reparasi mesin untuk keperluan khusus dan reparasi mesin untuk keperluan umum. Perseroan memiliki 99,90% saham dan Dire mempunyai 0,10% saham dana DRT,” ujar Chief Investor Relations & Corporate Secretary Darma Henwa Mukson Arif Rosyidi.

Baca Juga: Investasi USD30 Juta, Darma Henwa Targetkan Produksi 17 Juta Ton

Mukson menyampaikan, pendirian anak usaha baru juga sebagai langkah diversifikasi usaha perseroan untuk dapat memperkuat bisnis dan meningkat nilai tambah perseroan di masa yang akan datang. Pendirian anak usaha ini akan memberikan dampak terhadap kinerja keuangan perseroan pada saat perusahaan tersebut beroperasi.

Menurut Mukson, jika sudah beroperasi, kinerja keuangan akan meningkat dengan adanya tambahan pendapatan dari kegiatan bisnisnya, yakni reparasi mesin.

“Pendirian DRT akan memberikan kelangsungan usaha yang lebih baik kepada perseroan. Adapun aksi korporasi ini tidak memiliki dampak hukum,” ujar Mukson.

Sebagai informasi, Darmah Henwa sebelumnya juga mendirikan perusahaan baru yakni PT Dire Terminal Indonesia (DTI). Aksi ini dibantu oleh kedua anak usaha PT Dire Pratama (Dire) dan PT Dire Pratama Services (DPS). DTI disebut bergerak di bidang aktivitas pelayanan kepelabuhan laut. Di dalam perusahaan baru ini, Dire memiliki 99% dan DPS memiliki 1% saham. Langkah tersebut, sebagai respon perseroan menanggapi peluang yang cukup besar untuk pengelolaan pelabuhan umum di wilayah Indonesia.

Di sisi lain, Darma Henwa telah mendapatkan kontrak baru senilai Rp52 miliar. Dalam kontrak ini, perseroan akan mengerjakan konstruksi jalan pengangkutan batubara di Bengalon Utara, yang merupakan area tambang milik PT Kaltim Prima Coal. Mukson menjelaskan bahwa kontrak ini diraih perseroan pada tanggal 6 September 2021 lalu. Proyek ini diperkirakan memakan waktu hingga 6 bulan lamanya. “Kontrak baru ini, merupakan transaksi afiliasi karena adanya hubungan dengan pemegang saham utama,” jelasnya.

Darma Henwa pada tahun ini juga akan melanjutkan strategi efisiensi operasional dan peningkatan produksi. Strategi ini sebelumnya telah dilakukan pada tahun 2020 dengan mengurangi biaya operasi melalui program perawatan alat yang efisien dengan global sourcing dan meningkatkan produksi dengan fleet produksi.

Strategi tersebut memberikan hasil, dimana perseroan mencatatkan volume removal material yang dihasilkan dari fleet produksi sebesar 54,82 juta bcm di tahun 2020, atau meningkat 6,6% dari tahun 2019. Keberhasilan strategi tersebut dapat disampaikan bahwa kapasitas fleet produksi yang dimiliki perseroan meningkat 16% di tahun 2020, dan dengan ini juga perseroan berhasil menurunkan biaya pemeliharaan alat menjadi US$ 20,82 juta, atau menurun 33% dari tahun sebelumnya yang berdampak pada peningkatan ekspansi margin sebesar 2,1% di tahun 2020.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini