Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Waspada Kena Jebakan Penipuan Atas Nama Bea Cukai! Pejabat Negara Jadi Korban, Ini Modusnya

Anggie Ariesta , Jurnalis-Senin, 18 Oktober 2021 |12:47 WIB
Waspada Kena Jebakan Penipuan Atas Nama Bea Cukai! Pejabat Negara Jadi Korban, Ini Modusnya
Penipuan Atas Nama Bea Cukai (Foto: Okezone)
A
A
A

Sehingga penyelesaian kasus pidana ini, yang bersangkutan yaitu korban atau pelaku sebisa mungkin melapor ke Bea Cukai dan juga ke pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti dari sisi pidana. Permasalahannya ternyata korban tidak mau menindaklanjuti, sehingga kasusnya berhenti.

"Tetapi kita juga tidak hilang akal, kita juga melakukan komunikasi dengan Kepolisian RI baik di pusat maupun daerah, dan kita akan terus melakukan sosialisasi atas modus penipuan ini dan di daerah pun kita menindaklanjuti laporan yang ada dan kita juga menemukan pelakunya yang langsung ditangkap oleh polisi," katanya.

Penipuan ini ternyata ada yang dikendalikan dari Lapas, dengan kata lain modus penipuan ini terstruktur karena berkelompok. Kemudian modus dilanjut dengan intensif lewat media sosial yang biasanya berawal dari ketertarikan antar lawan jenis.

Mekanisme resminya apabila kita melakukan suatu jual beli dengan barang yang berasal dari luar negeri bisa dilakukan pengecekan di website resmi Bea Cukai dan ditelusuri barang kiriman sudah sampai mana karena ada resinya. Jika melalui jasa titipan seperti DHL, Fedex, Kantor Pos juga sangat jelas.

"Cuma terkadang mereka (penipu) memalsukan dokumen-dokumen ini seolah itu dikirim oleh Fedex, Japan Post misalnya. Itu laporkan aja dan akan dilakukan pengecekan di kita karena itu di online apabila resi itu tidak muncul, berarti kemungkinan besar itu penipuan," kata Syarif.

Korban ternyata sangat merata, mulai dari perkotaan hingga desa bahkan PNS dan pejabat negara. Ini menunjukkan penipuan online ini marak terlihat dengan orang intelektual juga terjerat.

"Tentunya kami harapkan penipuan berkurang, sekiranya nanti masyarakat umum menyebarkan informasi agar tidak ada lagi yang tertipu. Kita bersosialisasi secara gencar dengan media, bahwa modus penipuan ini dikenali oleh rakyat sehingga masyarakat tidak ada yang kena lagi," katanya.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement