Ilmu Sosial dan Teknologi Permudah Karier Direktur BRI sebagai Bankir

Hafid Fuad, Jurnalis · Selasa 19 Oktober 2021 21:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 19 622 2488822 ilmu-sosial-dan-teknologi-permudah-karier-direktur-bri-sebagai-bankir-3EmegeLPBP.jpg Cerita Pengalaman Direktur Konsumer BRI Handayani. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Direktur Konsumer PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Handayani menceritakan pengalamannya sebagai direktur perempuan dan kaitannya dengan bidang Science, Technology, Engineering, and Math (STEM).

Dalam berkarier selama 33 tahun di industri perbankan, dari bank swasta, asing, hingga ke BUMN. Peran STEM, menurut Handayani sangat penting.

Baca Juga: Sst... Ini Tips Jadi Kaya Raya

"Saya sangat tertarik dengan STEM karena waktu sekolah sangat suka dengan matematika, suka dengan hitung-hitungan, dan juga fisika. Saya nangis kalau dapat nilai fisika 8, karena maunya 9 atau 10. Menariknya STEM karena membuat kita kritis dalam mencari tahu latar belakang rumus tersebut," tutur Handayani dalam webinar Girls Empowerement Through STEM Education di Jakarta (19 10 2021).

Dia mengaku perjalanannya sebagai bankir tidak didukung fondasi kuliah ekonomi namun dari kuliah kedokteran gigi. Walaupun dia bermimpi kuliah di ITB tapi dia lebih menuruti permintaan orang tuanya untuk jadi dokter.

Baca Juga: 5 Cara Hilangkan Pikiran Negatif di Tempat Kerja

"Pemikiran saya bila kita memenuhi permintaan orang tua maka akan datang hal lebih baik lagi. Kenyataannya masuk ke perbankan banyak ilmu dan pengetahuan yang terkait kedokteran. Seperti aspek hospitality dan perawatan itu bisa diterapkan. Dengan logika berpikir dari ilmu-ilmu STEM membuat kita punya pemikiran positif yaitu dalam setiap masalah pasti ada solusinya. Itu juga jadi prinsip saya dalam meniti karier," katanya.

Lebih lanjut dia menjelaskan implementasi bidang STEM dalam profesi bankir seperti hitungan matematika. Ini berguna karena butuh kalkulasi bagaimana sebuah usaha bisa sustain. Kemudian kalau soal teknologi terkait dengan inovasi karena tidak ada pekerjaan apapun tanpa melakukan hal yang baru.

"Kita harus merespon perubahan yang pasti terjadi di sekitar kita. Dengan logika berpikir dari ilmu-ilmu STEM maka kita bisa berpikir seperti menggunakan kanvas yang dapat memetakan masalah dan mengkalkulasinya," katanya.

Dia juga selalu memberikan inspirasi kepada perempuan untuk terus belajar dan menggapai mimpi dan berperan penting di perusahaan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini