Dunia Krisis Energi, Menko Luhut: Kita Butuh Lebih Banyak

Oktiani Endarwati, Jurnalis · Kamis 21 Oktober 2021 13:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 21 320 2489528 dunia-krisis-energi-menko-luhut-kita-butuh-lebih-banyak-DORu3nnvs4.jpg Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut krisis energi saat ini mulai melanda beberapa negara di dunia. Hal ini sangat berbeda dengan tahun lalu di mana terjadi kelebihan suplai sehingga menyebabkan harga jatuh sangat dalam.

"Jadi ini membuktikan ketidakpastian energi di masa depan, bahkan meningkat sehingga kita sebagai negara yang berdaulat perlu meningkatkan ketahanan energi," ujar dia dalam Forum Kapasitas Nasional 2021, Kamis (21/10/2021).

Dia melanjutkan, untuk mencapai target produksi minyak 1 juta barel per hari (bph) dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari (BSCFD) pada 2030 mendatang maka sangat dibutuhkan peningkatan terhadap ketahanan energi. "Dalam peningkatan pembangunan ke depannya tentu kita akan membutuhkan energi yang lebih banyak," ungkapnya.

Baca Juga: Darurat Perubahan Iklim, Menko Luhut Temui Utusan Joe Biden Bahas Transisi EBT

Luhut juga mengingatkan agar sektor hulu migas terus meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Berdasarkan nilai pengadaan barang dan jasa hulu migas, kontribusi yang diberikan pada tahun 2020 hingga kuartal III 2021 mencapai Rp103 triliun dengan komitmen TKDN mencapai 58%. Industri-industri yang mendapatkan efek berganda dari beroperasinya sektor hulu migas antara lain komoditas utama dan penunjang migas, perhotelan, kesehatan, transportasi, tenaga kerja, asuransi, dan usaha kecil menengah.

Baca Juga: Menko Luhut: Hati-Hati Gelombang Ketiga Covid-19 Bisa Terjadi di Akhir Tahun

"Selain itu, tidak kalah penting rasa nasionalisme juga harus ditingkatkan dan diperkuat sehingga implementasi P3DN tidak hanya sekadar program tertulis namun juga aksi nyata kita untuk terus mendorong penggunaan produk dalam negeri," jelasnya.

Beberapa program yang sudah dijalankan industri hulu migas termasuk business matchmaking antara lain penyediaan barang jasa dengan KKKS dan pembinaan usaha kecil dan menengah diharapkan terus dilakukan dan memberikan kontribusi yang maksimal.

"Sinergi antara kementerian, SKK Migas, KKKS, dan penyediaan barang jasa sangat diperlukan sehingga teknologi dan investasi di hulu migas Indonesia dapat terus meningkat dan ketergantungan Indonesia terhadap produk luar negeri dapat semakin berkurang," kata Luhut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini