Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kasus Pemalsuan Uang Terbesar di Korea Selatan

Sevilla Nouval Evanda , Jurnalis-Rabu, 27 Oktober 2021 |12:56 WIB
Kasus Pemalsuan Uang Terbesar di Korea Selatan
Kasus Pemalsuan Uang Terbesar di Korea Selatan. (Foto: Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA - Kasus pemalsuan uang terbesar di Korea Selatan pernah terjadi. Hal tersebut berakibat pada penggantian model uang yang baru.

Kasus ini terjadi pada 2005 dan sangat merugikan Korea Selatan. Pasalnya, pelaku memalsukan uang KRW5 ribu (Rp60,5 ribu/kurs Rp12.11) sejak Maret di tahun itu.

Melansir Wall Street Journal, pria dengan nama belakang "Kim" itu memalsukan uang sebanyak 50 ribu kali dalam 8 tahun bermodal komputer-printer dan barang lain yang totalnya senilai 250 juta won atau sekitar Rp3 miliar.

Baca Juga: Mantan Presiden Korsel Roh Tae-Woo Meninggal di Usia 88 Tahun

Hal ini membuat pemerintah kesulitan mengusut kasus tersebut dan memutuskan untuk mengganti model uang dengan yang baru. Kasus ini pun dicap sebagai kasus pemalsuan uang terbesar yang dilakukan individu. Diketahui, satu nomor seri telah dipalsukan secara terus menerus.

Sementara itu, butuh waktu lama untuk mengganti uang dengan yang baru dan memusnahkan seluruh model yang dipalsukan. Sebab, masih ada perputaran uang palsu KRW5 ribu di pasaran. Terlebih, Kim masih terus melakukan pencetakan uang palsu.

Baca Juga: Toilet di Korea Selatan Olah Tinja Jadi Listrik dan Mata Uang Digital

Kim adalah warga Korea Selatan yang melakukan tindak kejahatan karena putus asa karena terjebak dalam kemiskinan. Ia pun berusaha memperbaiki nasib keluarganya, tetapi dengan cara yang salah.

Menurut laporan Yonhap, sang pelaku memiliki latar belakang pendidikan jurusan grafik komputer di perguruan tinggi. Bermodal kemampuannya, ia membuat uang palsu dengan terampil hingga mengecoh orang-orang.

Pada satu waktu, Kim dilaporkan oleh seorang penjaga toko yang curiga dengannya. Pasalnya, Kim datang ke tokonya dan membayar dengan uang KRW5 ribu berseri "77146" untuk ke dua kalinya. Tanpa sengaja, penjaga toko yang mengira Kim sebagai korban pemalsuan uang melihat, isi dompet Kim berisi uang KRW5 ribu yang lama dan begitu banyak.

Uangnya pun tampak sangat rapi, seperti uang baru.

Setelah penangkapan, bank sentral pun mengapresiasi penjaga toko yang melaporkan Kim dengan hadiah KRW2 juta (senilai Rp24,2 juta). Pemerintah juga memberikan penghargaan kepada petugas polisi yang menangkap Kim dan kantor polisi tempat mereka bekerja dengan hadiah KRW3 juta (Rp36,3 juta).

Belajar dari kasus ini, Bank Pusat Korea Selatan memperketat sistem keamanan uang cetak mereka. "Upaya pemalsuan menurun di sini setelah kami memperkuat fitur antipemalsuan seperti tinta yang berubah warna dan hologram pada uang kertas," kata seorang pejabat di departemen penerbitan mata uang Bank of Korea.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement