JAKARTA - Buah ciplukan yang biasa tumbuh di halaman rumah ternyata bisa dijual dengan mahal.
Beberapa waktu lalu, viral ciplukan 100 gram dijual dengan harga puluhan ribu di sebuah supermarket. Hal ini bisa jadi peluang bisnis baru bagi masyarakat yang menyukai aktivitas berkebun.
Dikutip dari buku Ragam & Khasiat Tanaman Obat karya Hieronymus Budi Santoso, Jakarta, Minggu (31/10/2021), buah ciplukan rupanya juga bisa ditanam dengan media pot.
Penasaran bagaimana cara dan persiapannya? Simak rangkuman di bawah ini.
1. Penyemaian Benih
Siapkan buah ciplukan yang sudah tua dan matang, wadah semai, media semai (tanah gembur yang halus), sungkup plastik, dan pupuk kandang. Keluarkan biji ciplukan lalu tebarkan ke wadah semai. Kemudian, berikan sungkup plastik.
Umumnya biji akan berkecambah setelah sebulan. Selang waktu 1-1,5 bulan, bibit sudah bisa dipindahkan ke dalam pot.
2. Penyiapan Pot dan Media Tanam
Pot berbahan tanah liat adalah pot terbaik untuk menanam ciplukan karena tidak memerlukan perawatan khusus seperti bahan pot yang lain. Hal ini karena pot tanah liat bersifat porous yang membuat sirkulasi udara berjalan dengan baik.
Pot yang akan digunakan untuk menanam hendaknya diberi pecahan penteng/bata, sabut aren, atau sabut kelapa. Setelah itu, tambahkan tanah subur yang dicampur pupuk kandang dan sedikit pupuk NPK sampai ketinggian 5 cm di bawah permukaan pot.
3. Penanaman Bibit
Setelah pot siap, pindahkan bibit yang telah disemai dengan posisi seluruh akar dan sebagian batangnya dibenamkan dalam media. Pangkal batang sedikit ditekan dengan tujuan akar melekat dengan tanah. Selanjutnya, letakkan pot di tempat yang teduh dan tidak terkena sinar matahari langsung.
4. Perawatan
Perawatan tanaman ciplukan cenderung mudah. Cukup siram tanaman setiap sore, beri 5-10 gram pupuk NPK per pot saat tanaman berusia sebulan, serta musnahkan hama secara manual.
5. Pemanenan
Cara memanen ciplukan yang paling umum adalah dengan memanennya saat buah sudah tua dan matang. Namun, umur simpan dengan metode ini tidak cukup lama. Agar awet, kelopak pelindung buah sebaiknya tidak dilepas.
Selain itu, ada pula metode pemanenan brangkas atau simplisia. Tanaman ciplukan muda dipangkas seluruhnya kemudian dicuci bersih, dipotong-potong sepanjang 3 cm, lalu dijemur. Penjemuran dilakukan hingga kadar air tersisa 25%. Jika sudah kering, kemas dalam kantong plastik dan simpan di tempat kering dan bersih.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.