Menko Luhut: Polusi Plastik Masalah bagi Bangsa Kita

Azhfar Muhammad, Jurnalis · Rabu 03 November 2021 11:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 03 320 2495959 menko-luhut-polusi-plastik-masalah-bagi-bangsa-kita-L73aXcFG94.jpg Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan sebut plastik sampah polusi bangsa (Foto: Dokumentasi Kemenko Marves)

JAKARTA - Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan komitmen Indonesia dalam permasalahan sampah plastik di laut. Pada diskusi panel Even COL-26 UNFCC di Glasgow Skotlandia, Luhut menilai pentingnya pengelolaan sampah dan polusi plastik.

“Polusi plastik adalah masalah yang sangat memengaruhi bangsa kita. Kami tidak akan membiarkan krisis yang membayangi ini berlanjut. Sebaliknya, kami mengambil tindakan tegas dan berani di setiap tingkat dan lintas sektor di Indonesia untuk melakukan transformasi yang diperlukan untuk mencapai polusi plastik yang mendekati nol di Indonesia,” Ujar Menko Luhut pada pidatonya di Glasglow, Dikutip Rabu (3/11/2021).

Baca Juga: Geram Banyak Sampah Plastik, Susi Pudjiastuti: Yang Buang Sampah ke Laut Ditenggelamkan!

Menko Luhut menururkan Pada tahun 2018, pemerintah Indonesia telah meluncurkan Peraturan Presiden tentang Penanganan Sampah Plastik Laut yang disertai dengan Rencana Aksi Penanganan Sampah Plastik Laut 2018-2025.

“Peraturan Presiden tersebut telah menempatkan perjuangan melawan polusi plastik menjadi prioritas dalam agenda nasional, sehingga mendorong terciptanya lingkungan yang kita butuhkan sebagai pembuat kebijakan untuk mewujudkan visi ambisius ini,” terangnya.

Baca Juga: Bank Sampah Bisa Jadi Solusi Ubah Perilaku Masyarakat

Menko Luhut menyebutkan dalam mewujudkan Rencana Aksi tersebut, dia menjabarkan bahwa pemerintah sudah mulai mengintegrasikan pengelolaan sampah dari hulu ke hilir dan menekankan pada ekonomi sirkular yang menempatkan peran masyarakat, pengusaha kecil, dan sektor informal sebagai aktor utama.

“Melalui pendekatan ini, pandangan terhadap pengelolaan sampah telah bergeser menjadi sumber perekonomian masyarakat yang sekaligus dapat meningkatkan kualitas lingkungan,” imbuhnya.

Berkaitan dengan waste to energy (sampah menjadi energi), dengan bangga kami sampaikan bahwa pembangkit listrik berbahan baku sampah yang pertama telah diluncurkan di Surabaya tahun ini

“Dengan menerapkan teknologi berwawasan lingkungan, tentunya akan berdampak positif terhadap iklim, karena kita mengurangi jumlah sampah yang dikirim ke TPA, sehingga kita dapat mencegah pelepasan metana di TPA,” tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini