Share

Siapkan Rp50 Miliar, Medikaloka Hermina Buyback 40 Juta Lembar Saham

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Rabu 10 November 2021 14:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 10 278 2499636 siapkan-rp50-miliar-medikaloka-hermina-buyback-40-juta-lembar-saham-YIpgnbBA1Z.jpg Medikaloka Hermina akan buyback saham (Foto: Shutterstock)

JAKARTAPT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) berencana melakukan buyback 40 juta lembar saham dengan nilai Rp50 miliar pada 8 sampai 24 November 2021. Aksi tersebut dinilai akan menstabilkan harga di tengah kondisi pasar yang fluktuatif.

Direktur PT Medikaloka Hermina Tbk Aristo Setiawidjaja mengungkapkan bahwa pembelian kembali atau buyback saham akan dapat menstabilkan harga dalam kondisi pasar yang fluktuatif. Selain itu, buyback saham juga akan memberikan fleksibilitas bagi perseroan dalam mengelola modal jangka panjang, di mana saham treasuri dapat dijual di masa mendatang dengan nilai yang optimal jika perseroan memerlukan penambahan modal.

Baca Juga: Buyback Saham, Emiten RS Hermina Siapkan Rp30 Miliar

Aristo memastikan, buyback saham tidak akan berpengaruh signifikan terhadap pendapatan perseroan karena HEAL memiliki modal kerja dan arus kas yang memadai. Namun, dengan adanya perubahan jumlah saham yang beredar, maka rencana pembelian kembali saham ini bakal berdampak secara tidak signifikan terhadap laba per saham perseroan.“Perseroan membatasi harga pembelian kembali saham sebesar maksimum Rp1.450 per lembar saham,” ujar Aristo.

Baca Juga: Laba Emiten RS Hermina Melesat 294,27% Jadi Rp283 Miliar

Adapun pembelian kembali saham akan dilaksanakan melalui transaksi di BEI dengan menggunakan jasa dari perusahaan perantara pedagang efek. Tahun ini, PT Medikaloka Hermina Tbk siapkan belanja modal hingga Rp900 miliar. Penggunaan belanja modal untuk menambah rumah sakit baru. Disebutkan, penambahan empat rumah sakit tersebut dibangun di wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, Sumatera, dan akan ada satu rumah sakit yang diakuisisi. Adapun, belanja modal untuk penambahan alat kesehatan dan penguatan prosedur yang lebih intensif memakan investasi berkisar Rp400 miliar.

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Joshua Michael pernah bilang, di tahun depan di mana Covid diperkirakan mereda, pengobatan dari penyakit kronis akan menjadi pondasi solid untuk pencapaian Medikaloka di 2022. Maka dari itu, dirinya menaikkan revenue net Covid termasuk Rp964 miliar revenue dari Covid-19 dan Rp90 miliar dari vaksinasi gotong royong.

Secara terpisah, Associate Researcher CIPS Andree Surianta menyampaikan, sektor kesehatan seperti industri farmasi masih menjadi pusat perhatian karena krisis kesehatan yang saat ini terjadi. Karenanya, Andre justru mendorong agar pemerintah mengembangkan research and development center untuk global value chain di indutsri farmasi. Sebab, jika suplai bahan baku obat dipermudah baik melalui impor ataupun kapasitas lokal, investor asing akan tertarik untuk berinvestasi.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini