Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pasar Modal Syariah Tumbuh Konsisten, Ini PR dari Wapres

Dita Angga R , Jurnalis-Kamis, 11 November 2021 |13:23 WIB
Pasar Modal Syariah Tumbuh Konsisten, Ini PR dari Wapres
Wapres Maruf Amin sebut produk syariah tumbuh konsisten (Foto: Setwapres)
A
A
A

JAKARTA - Potensi keuangan syariah harus bisa dimanfaatkan. Khususnya pasar modal syariah yang konsisten tumbuh meski di tengah pandemi covid-19.

“Saya mendapat laporan bahwa meskipun di tengah pandemi covid-19, produk pasar modal syariah terus mengalami pertumbuhan yang konsisten, seperti pada sukuk negara dan reksa dana syariah,” kata Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin saat membuka acara Seminar dan Expo Sharia Investment Week 2021, Kamis (11/11/2021).

Baca Juga: Setelah BSI, BPD Didorong Jadi Bank Syariah

Dia mengungkapkan bahwa salah satu keunggulan dari pasar modal syariah Indonesia adalah proses transaksi saham yang secara end to end telah memenuhi prinsip syariah. Hal ini menurutnya harus terus dijaga agar kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal syariah Indonesia semakin kuat.

Baca Juga: Wapres Ingin Ekonomi Syariah Jadi Mesin Pertumbuhan Baru

Pada kesempatan itu dia juga berharap produk filantropi yang terintegrasi dengan pasar modal syariah dapat terus dikembangkan.

“Saya juga berharap berbagai produk filantropi Islam yang terintegrasi dengan efek syariah di pasar modal syariah Indonesia, seperti sukuk wakaf, zakat saham, dan wakaf saham, dapat terus lebih dikembangkan,” ujarnya.

Selain itu Maruf juga meminta agar Securities Crowdfunding (SCF) berbasis syariah sebagai alternatif pendanaan bagi UMKM perlu terus dikembangkan.

“Terutama untuk mendorong bangkitnya kembali UMKM pasca pandemi Covid-19,” pungkasnya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement