5 Prioritas Investasi RI, Transportasi hingga Pengembangan Baterai Lithium

Oktiani Endarwati, Jurnalis · Jum'at 12 November 2021 19:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 12 320 2500984 5-prioritas-investasi-ri-transportasi-hingga-pengembangan-baterai-lithium-ppza7Ol5F1.jpg Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan membeberkan lima bidang prioritas investasi di Indonesia dalam Jakarta Investment Forum (JIF) 2021.

Pertama, kata dia, hilirisasi sumber daya mineral, untuk meningkatkan kompleksitas dan mengurangi ketergantungan pada harga mentah yang bergejolak.

Kedua, pengembangan baterai lithium, menggunakan bahan baku Indonesia yang kaya akan nikel dan Cobalt, dua komponen yang paling esensial dalam baterai EV.

Baca Juga: Tak Hanya Ingin Jadi Importir Vaksin, Luhut Pastikan Pfizer Investasi di RI

"Kami percaya bahwa Indonesia adalah pemain utama dalam kategori ini. Kami juga percaya bahwa pada tahun 2024, kami dapat memproduksi lithium baterai sendiri," ujarnya dalam JIF 2021 dikutip Jumat (12/11/2021).

Ketiga, transportasi untuk meningkatkan konektivitas untuk Nusantara. Keempat, energi terbarukan. Kelima, penurunan emisi karbon (GHG) melalui transportasi berbasis listrik, proyek REDD+, proyek lain yang terutama mengurangi emisi gas rumah kaca.

Baca Juga: Menko Luhut: Polusi Plastik Masalah bagi Bangsa Kita

"Indonesia akan bekerja sama dengan Inggris untuk memproduksi prekursor baterai dan katoda. Sehingga, Inggris juga bisa mendapatkan material tersebut untuk memproduksi baterai lithium mereka sendiri. Pada tahun 2024, kami percaya bahwa kami dapat mencapai tahap daur ulang baterai," ungkapnya.

Luhut juga optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia akan kembali pulih pada triwulan IV/2021 sekitar 5,5%, sedangkan pertumbuhan ekonomi jangka menengah diperkirakan meningkat dari 3,7% menjadi 4,5%.

"Tingkat inflasi yang rendah berada pada 1,66% yang dianggap masih stabil, nilai tukar berada pada angka yang juga stabil, dan cadangan devisa sebesar USD145,5 miliar dengan angka USD146 miliar terbesar. Kami percaya bahwa untuk sementara waktu, angka tersebut akan terus bertahan. Akan tetapi, dalam waktu dekat angka tersebut akan bertambah," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini