Share

Batu Akik Berusia 2.000 Tahun Ditemukan, Ini Penampakannya

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Sabtu 13 November 2021 10:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 13 320 2501149 batu-akik-berusia-2-000-tahun-ditemukan-ini-penampakannya-Lyl7mga0jW.jpg Batu Akik kecubung berusia 2.000 tahun (Foto: BBC Indonesia)

JAKARTA – Batu akik kecubung yang diperkirakan berusia 2.000 tahun ditemukan para arkeolog di kawasan Kota Lama di Yerusalem. Batu akik berwarna ungu ini berfungi sebagai stempel yang bisa dipakai juga sebagai cincin.

Di dalam batu akik ini diukir gambar cabang tanaman dan burung. Para ahli meyakini ukiran tersebut menggambarkan tanaman persimmon, salah satu bahan untuk membuat wewangian yang dipersembahkan di kuil atau candi kuno di Yerusalem.

Baca Juga: Berburu Batu Akik & Ikan Cupang Cantik di Sriwijaya Expo 2021

Otoritas kepurbakalaan Israel mengatakan tanaman persimmon dimanfaatkan untuk membuat parfum mahal, obat, dan minyak gosok pada era antara 516 Sebelum Masehi hingga tahun 70.

Profesor Shua Amorai-Stark, salah satu penulis temuan kecubung di Yerusalem yang akan diterbitkan di jurnal ilmiah, mengatakan jika memang ukiran tanaman di batu kecubung ini memang tanaman persimmon seperti yang disebut di kitab suci, maka sang pemilik cincin stempel ini "adalah warga Yahudi yang kaya atau punya pengaruh karena kontrol perdagangan tanaman persimmon ketika itu sangat ketat".

Baca Juga: Kapan UMKM RI Naik Kelas jika Hanya Jual Keripik dan Batu Akik?

"Saya perkirakan pemiliknya punya ladang persimmon ... ketika ia mendatangi pengrajin yang membuat cincin, bisa jadi ia membawa cabang tanaman persimmon sehingga pengrajin bisa meniru tanaman ini saat mengukir batu akik tersebut," urai Amorai-Stark dilansir dari BBC Indonesia, Sabtu (13/11/2021).

Gambar burung yang ditatah pada kecubung ini, menurut Amorai-Stark mungkin saja adalah merpati.

"Merpati dikenal sebagai motif yang positif dalam tradisi Yunani, Romawi, dan Yahudi. Merpati melambangkan kemakmuran, kebahagiaan, kebaikan, dan kesuksesan," jelas Amorai-Stark.

Umur dari batu kecubung ini belum bisa diketahui secara akurat. Para pakar hanya memperkirakan usianya sekitar 2.000 tahun, dengan mempertimbangkan bahwa penggunaan perhiasan atau batu berharga adalah sesuatu yang lazim pada era Second Temple, yang mengacu pada periode antara 516 Sebelum Masehi hingga tahun 70 Masehi.

Bagi arkeolog Eli Shukron yang melakukan penggalian di kawasan Kota Lama Yerusalem, temuan kecubung ini sangat penting.

"Ini mungkin untuk pertama kalinya ditemukan ukiran tanaman [persimmon] yang sangat terkenal dan sangat berharga, yang selama ini hanya bisa kita baca dalam paparan sejarah," ujar Shukron.

"Penelitian tentang temuan ini bisa menggambarkan secara sekilas kehidupan sehari-hari orang-orang yang hidup pada era Second Temple, pada masa-masa kejayaan Yerusalem," kata Shukron.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini