Sebelumnya Dato Low Tuck Kwong juga membeli sebanyak 111.400 saham dengan harga saham rata-rata Rp25.883,01. Untuk itu, Dato Low Tuck Kwong harus merogoh koceknya sekitar Rp2,8 miliar. Transaksi dilakukan pada 10 -15 November 2021 dengan tujuan untuk investasi dan dengan status kepemilikan langsung.
Sementara itu, manajemen BYAN menargetkan produksi batu bara hingga 50 juta ton per tahun mulai 2022 seiring dengan selesainya proyek jalan angkutan (haul road) dan fasilitas pemuatan tongkang (barge loading) pada 2022.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)