Harga Emas Berjangka Anjlok karena Bunga Obligasi Meningkat

Antara, Jurnalis · Rabu 24 November 2021 06:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 24 320 2506481 harga-emas-berjangka-anjlok-karena-bunga-obligasi-meningkat-427kZLu8aV.jpg Harga emas berjangka turun (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Harga emas berjangka anjlok ke level terendah hampir tiga minggu pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Harga emas bertengger di bawah level psikologis 1.800 dolar, karena pencalonan kembali Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell memicu spekulasi kenaikan suku bunga yang lebih cepat, memperkuat dolar dan imbal hasil obligasi pemerintah.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, anjlok USD22,5 atau 1,25%, menjadi ditutup pada USD1.783,80 per ounce, merupakan penurunan sesi keempat berturut-turut. Sementara emas di pasar spot turun 0,9% menjadi USD1.788,51 per ounce pada pukul 19.13 GMT.

Baca Juga: Harga Emas Anjlok Rp12.000, Cek Daftarnya

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang saingannya relatif stabil setelah mencapai level tertinggi dalam 16 bulan membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS menguat.

"Emas telah mengalami aksi jual panik selama 48 jam terakhir dan saya akan menyalahkan sebagian besar dari kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah 10-tahun. Karena kurva imbal hasil semakin curam, emas berjangka tidak merespons dengan baik," kata Phillip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures di Chicago.

Baca Juga: Emas Antam Stagnan Dijual Rp947.000/Gram

Investor bertaruh Powell akan meningkatkan kecepatan di mana bank sentral menormalkan kebijakan moneter untuk mengatasi lonjakan harga-harga konsumen dengan lebih baik. Powell dan Menteri Keuangan Janet Yellen akan muncul di hadapan Komite Perbankan Senat minggu depan.

Harga emas telah jatuh hampir USD100 sejak mencapai puncak lima bulan di USD1.876,90 per ounce minggu lalu.

Namun, Ross Norman, seorang analis independen, mengatakan "terlalu dini untuk menghapus (write off) emas".

"Inflasi masih terus berjalan, dan ada pembatasan COVID-19 di Eropa sekali lagi. Tetapi beban ada pada bullish untuk membuktikan kasus mereka dan menggalang dukungan, jika gagal, logam dapat melayang lebih rendah lagi," tambah Norman.

Emas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi, tetapi kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah menantang status itu karena mereka diterjemahkan ke dalam peluang kerugian yang lebih tinggi memegang emas.

Emas juga tertekan setelah Indeks Manajer pembelian (PMI) manufaktur IHS Markit yang dirilis pada Selasa (23/11/2021) meningkat menjadi 59,1 pada November dari 58,4 pada Oktober, pada dasarnya sejalan dengan perkiraan ekonom 59,0.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 86,2 sen atau 3,55%, menjadi ditutup pada USD23,435 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun USD50,9 atau 5,01%, menjadi ditutup pada USD964,2 per ounce.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini