Uni Eropa Gugat ke WTO, Jokowi: Mau Nikel? Bawa Pabrik ke Indonesia!

Michelle Natalia, Jurnalis · Rabu 24 November 2021 14:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 24 320 2506691 uni-eropa-gugat-ke-wto-jokowi-mau-nikel-bawa-pabrik-ke-indonesia-9xGSyr6Ry4.jpg Ekspor RI (Foto: Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa Indonesia tidak boleh lagi mengekspor bahan mentah. Semua harus diekspor dalam bentuk barang setengah jadi ataupun barang jadi demi adanya nilai tambahan (value added).

Menurutnya satu komoditas, dua komoditas, tiga komoditas, empat komoditas, dan seterusnya, bayangkan jika semuanya diindustrialisasikan, dihilirisasikan di Indonesia.

Baca Juga: Presiden Jokowi: Ada Bendungan Karolle, Petani Bisa Tanam Padi 2 Kali

"Meskipun Indonesia sedang digugat di WTO, engga masalah. Saya sampaikan kemarin waktu di G20, dengan EU maupun dengan negara-negara di Eropa, kita ini tidak ingin mengganggu kegiatan produksi mereka kok, silahkan, kita ini terbuka, tidak tertutup," ungkap Jokowi dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (BI) secara virtual di Jakarta, Rabu (24/11/2021).

Baca Juga: Dorong Petani Tanam Jagung, Presiden Jokowi: Kita Tak Usah Impor Lagi!

Jokowi menyampaikan bahwa, silahkan kalau ingin nikel, tapi datang bawa pabriknya, industrinya, teknologi ke Indonesia. Tidak perlu mengolahnya menjadi barang jadi, menjadi barang setengah jadi juga sudah cukup.

"Nanti baterainya dikerjakan di sana silahkan, mobilnya di sana silahkan. Tapi lebih baik kalau semuanya dikerjakan di sini. Akan lebih efisien, saya sampaikan apa adanya, artinya kita enggak tertutup, beda kalau kita tertutup orang lain ga boleh masuk, lah boleh kok," tekan Jokowi.

Hal ini karena Jokowi ingin membuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya di Indonesia. "Goal-nya ada di situ," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini