Ada Varian Omicron, Industri Pariwisata Dilema Sambut Libur Nataru

Azhfar Muhammad, Jurnalis · Senin 29 November 2021 10:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 29 320 2508911 ada-varian-omicron-industri-pariwisata-dilema-sambut-libur-nataru-B5kHk6vSJS.jpeg Industri Pariwisata Dilema Adanya Varian Virus Omicron. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pemerintah mesti segera mengantisipasi masuknya virus varian baru Omicron di Indonesia. Pasalnya, varian baru virus ini membuat dilema para pelaku usaha utamanya sektor pariwisata.

Pengamat Pariwisata Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia (ICPI) Azril Azahari menilai, munculnya kabar varian virus Omicron dibarengi kebijakan PPKM Level 3 menjadi salah satu faktor dilematis bagi sektor pariwisata terlebih akan menyambut masa libur Natal dan Tahun Baru.

Baca Juga: Menparekraf Harap Santripreneur Ciptakan Lapangan Kerja dan Peluang Ekonomi Baru

“Sebenarnya ini menjadi dilema bagi kami industri pariwisata. Akhir tahun kan (Libur Nataru) akan banyak yang ingin berwisata, tentu ini akan menjadi desakan dari industri terhadap pemerintah terutama Kementerian Pariwisata kemudian untuk bisa dilonggarkan,” kata Azril Azahari saat dihubungi MNC Portal, Senin (29/11/2021).

Azril berpendapat bahwa pengetatan protokol kesehatan harus tetap ditegakan dan ditekankan di sektor wisata untuk mencegah adanya varian baru Covid-19 dan meminimalisir adanya lonjakan kasus pada gelombang ketiga.

“Ya meski akan berdampak. Sejak awal bersama pak Menteri (kemenparekraf) pun sudah setuju , untuk protokol kesehatan tidak bisa dilonggarakan, sehingga tak ada celah adanya masuk varian baru. Kalau dilonggarkan pariwisata akhir tahun ini akan naik,” ungkapnya.

Baca Juga: Viral Video Pariwisata Islandia Gunakan Parodi Bos Facebook, Mirip Ya?

Pemerintah diminta untuk melakukan percepatan kekebalan imunitas, dengan kebut vaksinasi untuk mengejar herd immunity dan menyeimbangi masyarakat sehingga sektor pariwisata bisa jalan bergandengan dengan adanya pengetatan yang ada.

“Jika imun sudah kuat, maka itu akan membentuk keselamatan untuk para pengunjung. Virus Varian baru ini berkembang terus sekarang dengan adanya vaksin pun ia terus bermutasi dengan demikian kita harus menjaga. Artinya dengan adanya varian baru jangan sampai kecolongan lagi, ini yang harus dijaga betul,” tambahnya.

Meski demikian, Azril mengatakan Pemerintah harus memberikan berbagai insentif dan juga Stimulus bagi pelaku sektor pariwisata agar terjadinya keseimbangan di masa pencegahan.

“Untuk mengantisipasi pun pemetitah harus memberikan kembali stimulus atau insentif. Memang Pemerintah telah melakukan berbagai bantuan usaha dan kepada pelaku pariwisata sudah beberapa kali.Tapi kan belum semuanya harus dikaji kembali, banyak mereka pelaku wisata atau usaha yang tidak berbadan hukum yang belum mendapatkan,” ujarnya.

Menurut dia, pemerintah seharusnya memberikan pembebasan seperti biaya listrik didaerah pariwisata untuk mendukung hal yang dominan dari sektor ekonomi pariwisata mulai dari warung, restoran, homestay, pajak Perusahaan dan pajak lainnya.

“Jadi meski ditahan protokol kesehatan mereka masih bisa hidup, ekonomi jalan dan pencegahan covid pun efektif,” tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini