Share

Berawal dari Gempa, di Daerah Ini Punya Bangunan Mirip Rumah Teletubbies

krjogja.com, Jurnalis · Rabu 01 Desember 2021 21:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 01 470 2510380 berawal-dari-gempa-di-daerah-ini-punya-bangunan-mirip-rumah-teletubbies-CDbTGgK5eH.jpg Kampung teletubbies di Yogya (Foto: Okezone)

JAKARTABangunan unik seperti rumah Rumah Teletubbies kini menjadi salah satu tujuan wisata. Kampung New Ngelepen, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki bentuk unik, yaitu berbentuk kubah (dome house) atau nama lainnya adalah Rumah Teletubbies.

Jika dilihat sekilas bangunan tersebut memang mirip dengan bentuk rumah di serial TV Teletubbies. Ada juga yang menyebut bangunan-bangunan itu mirip rumah Iglo milik suku Eksimo. Namun ternyata rumah yang seperti itu memiliki struktur yang dirancang tahan terhadap gempa bumi.

Baca Juga: Petani Ini Rela Habiskan Rp33 Miliar demi Bikin Rumah Raksasa Paling Aneh

“Kampung ini (New Ngelepen) ada setelah gempa tahun 2006. Warga yang kehilangan tempat tinggal sekarang tinggal di sini”, ungkap Sipur, salah satu penduduk asli Kampung Ngelepen.

Awal mula berdirinya kampung ini pun menyangkut dari kejadian gempa bumi dahsyat yang mengguncang Yogyakarta pada tahun 2006 silam. Akibatnya, penduduk di kampung ini harus kehilangan tempat tinggal karena tanah mereka tidak memungkinkan untuk ditempati lagi.

Baca Juga: Seram! Menara Ini Terbuat dari Ratusan Tengkorak Manusia

Di atas tanah seluas 2,3 hektar ini terdapat 71 bangunan rumah penduduk dan beberapa bangunan umum seperti Musala, MCK, gedung pertemuan, dan fasilitas kesehatan.

Karena keunikan bangunannya, banyak orang tertarik untuk berkunjung ke kampung ini. Kampung yang awalnya berfungsi sebagai tempat tinggal penduduk terdampak gempa, berubah menjadi desa tempat untuk wisata.

Perkampungan yang terletak di tepi Pegunungan Seribu ini menjadi destinasi wisata edukatif yang menarik. Banyak wisatawan dari dalam maupun luar daerah yang penasaran dengan keunikannya.

Banyaknya pengunjung yang datang dimanfaatkan oleh warga setempat untuk mencari rezeki. Contohnya dengan berjualan makanan dan minuman seperti yang dilakukan oleh Sipur. Ada juga yang menyediakan jasa jeep wisata, homestay, serta out bond.

Namun, pandemi Covid-19 berdampak pada jumlah pengunjung yang datang. Jika sebelum pandemi pengunjung yang datang bisa mencapai beberapa rombongan, selama pandemi, jumlah pengunjung menurun drastis.

“Sebelum pandemi banyak yang datang ke sini. Selama pandemi jadi sepi. Pengunjung paling hanya sekedar pesepeda yang mampir. Hari Minggu pun tetap sepi pengunjung”, kata Sipur. Ia pun berharap pandemi segera usai sehingga pengunjung bisa kembali normal dan perekonomian warga sekitar bisa pulih seperti sebelumnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini