Gunung Semeru Meletus, Penerbangan di Bandara Lombok Tidak Terdampak

Antara, Jurnalis · Minggu 05 Desember 2021 15:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 05 320 2512194 gunung-semeru-meletus-penerbangan-di-bandara-lombok-tidak-terdampak-FpktEatJN3.jpg Gunung Semeru Meletus (Foto: Tangkapan Layar)

JAKARTA - PT Angkasa Pura I memastikan letusan abu vulkanik Gunung Semeru di Jawa Timur tidak berdampak pada aktivitas perjalanan transportasi udara pesawat di Bandara Lombok, NTB, baik ke Surabaya maupun Jakarta serta Denpasar, Bali.

"Sampai saat ini tidak ada yang terpengaruh, semua penerbangan dari atau keluar Bandara Lombok tetap normal," kata Humas PT Angkasa Pura I Bandara Lombok, Arif Haryanto di Praya, Minggu (5/12/2021).

Arif Haryanto mengatakan, dari data sementara rata-rata penggerakan jumlah penumpang mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan sebelumnya menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2022.

Baca Juga: Semeru Meletus di Level II Waspada, PVMBG Catat 3 Gunung Ini Sudah Ada di Level III Siaga

Ia memaparkan, jumlah penumpang per hari baik yang berangkat maupun datang sebanyak 4.500 penumpang/hari. Sedangkan rata-rata penumpang bulan Oktober 2021 sebanyak 3.300 penumpang/hari.

"Artinya ada peningkatan sekitar 36 persen jelang Natal dan Tahun Baru," katanya.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan abu vulkanik dari Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, sangat berpotensi mempengaruhi aktivitas penerbangan.

Baca Juga: Sopir Kumandangkan Azan Sebelum Jembatan Gladak Perak Penghubung Lumajang-Malang Putus Akibat Letusan Semeru

Potensi abu vulkanik pada malam hari ini bergerak ke arah barat laut pada ketinggian 0 sampai 30.000 kaki, kemudian hingga di atas 50.000 kaki bergerak ke arah barat.

Namun, berdasarkan hasil pantauan di lapangan saat ini belum terlihat pengaruh dari abu vulkanik yang masuk ke wilayah tersebut

Sementara itu, Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Gunung Semeru masih dalam status Level II atau "Waspada".

Namun, potensi terjadinya awan panas guguran dinilai masih tinggi, ditambah dengan material lahar dingin yang terus mengalir di daerah aliran sungai.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini