Pertemuan Sherpa G20, Menko Airlangga: Pandemi Tak Selesai Akan Ganggu Pemulihan Ekonomi

Michelle Natalia, Jurnalis · Selasa 07 Desember 2021 10:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 07 320 2513098 pertemuan-sherpa-g20-menko-airlangga-pandemi-tak-selesai-akan-ganggu-pemulihan-ekonomi-bG7VyJKvoq.jpg Menko Perekonomian Airlangga (Foto: Dok Kemenko Perekonomian)

JAKARTA - Indonesia telah memulai pertemuan Sherpa Meeting atau Pertemuan Sherpa G20 pada hari ini. Pertemuan Sherpa G20 merupakan acara pertama dari rangkaian kurang lebih 150 pertemuan. Menurut jadwal, pertemuan ini dihadiri 21 negara secara langsung, 14 negara secara virtual, dan tiga negara hibrid.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa pertemuan ini menandai dimulainya Presidensi G20 dan pertemuan Sherpa diharapkan bisa menjadi pondasi untuk pertemuan-pertemuan selanjutnya.

"Indonesia sudah secara jelas menjelaskan outcome yang ditargetkan dari pertemuan G20. Sudah ada 3 Presidensi dalam kondisi pandemi COVID-19, dengan ini Indonesia akan memasuki tahun ketiga pandemi, dan kita berharap ada hasil yang lebih konkret yang keluar dari G20 kepemimpinan Indonesia," ujar Airlangga dalam konferensi pers media briefing Sherpa Meeting Presidensi G20 secara virtual, Jakarta, Selasa (7/12/2021).

Baca Juga: Menko Airlangga: Pertemuan Sherpa G20 Dimulai Besok, Dihadiri 21 Negara Secara Langsung

Airlangga mengatakan bahwa fenomena varian baru Omicron menunjukkan adanya ketimpangan vaksin antara negara maju dan negara berkembang. Omicron muncul dari kawasan Afrika Selatan, yang vaccination rate-nya baru 24% dan vaccination rate seluruh Afrika rata-rata masih 7%.

"Pandemi yang tidak selesai akan mengganggu kehidupan masyarakat dan recovery ekonomi. Kita melihat bahwa pemulihan ekonomi masih sangat bergantung bagaimana kita menangani pandemi khususnya varian baru, dan bagaimana kemudian tidak panik menghadapinya," katanya.

Airlangga menekankan kolaborasi global diperlukan bagi G20. Airlangga berharap pertemuan ini bisa menghasilkan langkah-langkah terobosan, juga langkah bersama yang lebih kuat dan konkret karena selama ini masing-masing negara menangani secara individual.

"Presidensi G20 juga memberikan kesempatan untuk menunjukkan kepemimpinan Indonesia di global dan menjawab berbagai tantangan yang ada. Pembangunan ekonomi ini harus diselenggarakan secara inklusif, berdaya tahan, dan berkesinambungan," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini