Share

Canggih! PTDI Sulap N219 Jadi Pesawat Pengintai Militer

Athika Rahma, MNC Portal · Rabu 08 Desember 2021 18:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 08 320 2514023 canggih-ptdi-sulap-n219-jadi-pesawat-pengintai-militer-9tLND2aFvy.jpg PTDI Sulap N219 Jadi Pesawat Militer (Foto: PTDI)

JAKARTA - Pesawat N219 besutan PT Dirgantara Indonesia (Persero) atau PTDI akan dikembangkan menjadi pesawat militer.

Pesawat buatan anak bangsa ini nantinya akan mampu mengemban misi pengintai dan lainnya.

Hal ini setelah PTDI dan PT Infoglobal Teknologi Semesta/Infoglobal melakukan penandatanganan kerjasama integrasi mission system Maritime Surveillance Aircraft (MSA) pada pesawat terbang N219.

Dengan kerjasama ini, nantinya pesawat N219 akan didesain khusus sebagai pesawat pengawas maritim atau MSA. Mission system dari Infoglobal yang sebelumnya telah terpasang di pesawat NC212 Patroli Maritim (Patmar) TNI AL kemudian akan dikembangkan lebih lanjut untuk digunakan di pesawat N219 MSA yang diproduksi PTDI.

Baca Juga: Canggih! Pesawat Buatan Indonesia Diminati Dunia, Simak 4 Faktanya

Direktur Niaga, Teknologi & Pengembangan PTDI Gita Amperiawan mengatakan, kerjasama ini menunjukkan bahwa pesawat N219 dapat masuk ke market dengan berbagai macam varian.

"Sebelumnya kita ketahui bersama bahwa N219 bisa untuk passenger, medevac, cargo, dengan kolaborasi ini N219 kedepannya bisa untuk misi MSA, baik untuk military maupun komersial juga. Nanti tentunya Feasibility Study (FS) akan dibuat berdasarkan kebutuhan. Kami optimis dari FS tersebut kami cukup prospektif,” kata Gita dalam keterangannya, Rabu (8/12/2021).

Mission system dari Infoglobal merupakan produk hasil karya anak bangsa, yang memiliki berbagai fitur untuk memperkuat kemampuan pesawat N219 dalam melakukan pengawasan wilayah maritim.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Misalnya, fitur deteksi dan identifikasi target kapal, kemampuan dalam menghitung posisi, kecepatan dan heading target yang dinamis yang kemudian dapat menampilkan rute SAR dan mengirim hasil surveillance ke KRI atau ground station terdekat, sehingga misi surveillance pada pesawat N219 dapat dilakukan secara efektif.

Pengembangan konfigurasi MSA pada pesawat N219 ini kedepannya diharapkan dapat mendorong PTDI dalam pemenuhan kebutuhan pasar MSA, terutama untuk kebutuhan di dalam negeri.

Direktur Utama Infoglobal Adi Sasongko berharap, dengan adanya kolaborasi ini, penggunaan TKDN semakin tinggi didukung oleh industri-industri komponen di dalam negeri.

"Kami yakin dengan kerja sama ini akan memulai babak baru yang lebih realistis untuk membuat pesawat yang semakin banyak komponen dalam negerinya. Target pasar pertama adalah dalam negeri dulu, nantinya setelah ini sudah banyak bisa kita jual ke luar negeri,” katanya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini